History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pebisnis Amerika Bidik Indonesia Jelang MEA

  • 23 June, 2015
  • Editor
Pebisnis Amerika Bidik Indonesia Jelang MEA

Jakarta (RTI/ANTARA) - Pebisnis asal Amerika Serikat tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuan bisnis utama dikarenakan dalam waktu dekat Indonesia akan menjadi bagian dari integrasi ekonomi dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN.

 

"Para pengusaha AS tertarik menjadikan tujuan utama bisnis mereka ke Indonesia karena sebentar lagi Indonesia menjadi bagian penting integrasi ekonomi di ASEAN dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN, dengan potensi konsumen lebih dari 600 juta," kata Atase Perdagangan (Atdag) Indonesia di Washington D.C. Ni Made Ayu Marthini, dalam siaran persnya.

 

Dalam pertemuan Indonesia-Missouri Regional Business Forum tersebut, Made mengatakan para pengusaha AS percaya bahwa Indonesia merupakan sumber produksi untuk produk-produk perusahaan mereka.

 

"Mereka melihat Indonesia memiliki daya saing yang baik dan memiliki banyak tenaga kerja terampil," ujar Made.

 

Beberapa perusahaan besar asal AS yang melakukan sourcing dengan Indonesia, antara lain McCormik & Co, Inc. yang merupakan perusahaan bumbu terbesar di dunia, Under Armour, Inc. yang merupakan produsen pakaian olahraga dan alas kaki dan Ethan Allen Interiors, Inc. yang merupakan perusahaan furnitur dan aksesori di AS.

 

"Ethan Allen, bahkan telah memproduksi sebanyak 60 persen produknya di AS dan 40 persen produknya di luar AS, terutama Indonesia," kata Made.

 

Made menambahkan, alasan lain para pebisnis AS untuk masuk dan berbisnis di Indonesia antara lain mereka menilai ekonomi Indonesia cukup dinamis dengan penduduk yang besar serta generasi muda yang kreatif.

 

"Indonesia juga memiliki komitmen yang tinggi terhadap lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan," kata Made.

 

Dalam kesempatan tersebut, Made mengajak para peserta untuk menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) ke-30 yang akan diselenggarakan pada 21-25 Oktober 2015 di Jakarta International Expo (JIExpo).

 

Forum bisnis tersebut dihadiri oleh para pebisnis AS yang juga merupakan anggota dari WTC St. Louis, dan terselenggara atas kerja sama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Chicago didukung oleh Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Chicago dan World Trade Center (WTC) St. Louis, AS.

 

Pada tahun 2014, perdagangan Indonesia dan 13 negara bagian di Midwest mencapai 4,7 miliar dolar AS atau meningkat 9,89 persen dari tahun sebelumnya. Namun, saat ini sedang terjadi penurunan perdagangan Indonesia dengan Midwest.

akarta (RTI/ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meluncurkan Baros International Animation Frestival (BIAF)  yang akan diselenggarakan diselenggarakan di Cimahi, Jawa Barat pada 7-10 Oktober 2015 sebagai ajang unjuk kebolehan karya-karya animasi terbaik di Indonesia.

 

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Nus Nuzulia Ishak, di Jakarta, mengatakan festival animasi, termasuk BIAF, perlu terus didukung dan dikembangkan agar industri animasi dalam negeri berkembang dan dikenal dunia internasional, sehingga memberi kontribusi besar dalam peningkatan ekspor nasional.

 

"Pemerintah optimis ke depan  dunia animasi Indonesia akan tumbuh semakin besar sehingga kebutuhan impor film, video, fotografi, dan animasi semakin berkurang," ujarnya. Apalagi, ia menilai kekayaan alam dan budaya Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi dalam menciptakan karya animasi yang lebih unik dan membedakan dengan produk animasi dari negara lainnya.

 

"Pertumbuhan jumlah animator yang berkualitas, bertambahnya jumlah studio animasi, dan berkembangnya komunitas-komunitas animasi di Indonesia saat ini menunjukkan sumber daya kreatif animasi di Indonesia sudah mulai berkembang," kata Nus.

 

Tahun lalu BIAF diikuti oleh 48 partisipan yang terdiri dari 25 studio animasi Indonesia, 5 perguruan tinggi, serta 18 studio games dan komik Indonesia. Selain itu hadir para pembicara dari kalangan profesional yang telah bekerja di studio animasi San Fransisco dan Singapura, serta pembicara internasional dari Prancis, Singapura, Malaysia, Iran, Selandia Baru, Jerman, dan Filipina. Pameran itu dikunjungi  oleh 6.000 orang.

 

BIAF tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-3 kalinya dengan mengangkat tema “One Motion for Million Frame.”

 

Nus optimistis peluang pasar produk animasi sangat besar di dalam negeri. Ia merujuk pada indikator  umlah penduduk mencapai 253 juta jiwa dengan kelas menengah mencapai 30 persen dan rata-rata pertumbuhan ekonomi dalam 10 tahun terakhir mencapai 6,1 persen.

 

Namun ia juga melihat potensi pasar luar negeri jauh lebih menjanjikan. "Permintaan produk animasi di pasar luar negeri bahkan jauh lebih besar dengan nilai keuntungan yang menjanjikan," ujarnya.

 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor subsektor film, video, fotografi, dan animasi pada tahun 2010 lalu mencapai Rp595 miliar dan pada tahun 2013 lalu tercatat mengalami kenaikan menjadi Rp639 miliar.

Komentar

Terbarumore