History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Penandatanganan Perjanjian Perikanan Taiwan – Filipina Dewan Pertanian : Terlebih Dulu Redakan Ketegangan

  • 18 June, 2015
  • Editor
Penandatanganan Perjanjian Perikanan Taiwan – Filipina  Dewan Pertanian : Terlebih Dulu Redakan Ketegangan
Penandatanganan Perjanjian Perikanan Taiwan – Filipina Dewan Pertanian : Terlebih Dulu Redakan Ketegangan

(Taiwan-ROC) Setelah kasus kapal nelayan “Seng Feng No 12” yang diciduk dan dimintai persyaratan berlayar oleh pihak pemerintah Filipina pada awal Mei lalu, Kapal Nelayan De Man Fu No.3 berkewarganegaraan Pingtung Taiwan yang juga pada tanggal 11 Juni kemarin pada posisi 11.3 mil laut dari pulau Balintang kembali ditangkap pihak penjaga laut Filipina.

Direktorat Perikanan di bawah Dewan Pertanian menegaskan, pihak pemerintah Filipina menuduh “De Man Fu No.3” membajak di perairan Filipina, kapal yang hanya dihuni oleh 2 orang berkewarganegaraan Taiwan tidak mungkin bisa menangkap ikan, dalam dua hari ini kepala direktoral perikanan, Tsai Re-yao telah berangkat ke Filipina untuk melakukan negosiasi. Wakil Dewan Pertanian, Sa Tze-yi pada hari Kamis tanggal 18 Juni menyampaikan, beberapa waktu ini timbul berbagai insiden diperairan yang menyebabkan ketegangan, suasana konfrontasi ini menjadi penghalang bagi penandatanganan perjanjian perikanan Taiwan dan Filipina. Untuk itu ketua direktorak perikanan secara khusus menemui pihak pemerintah Filipina, selain untuk dapat memahami situasi “De Man Fu No.3”, juga berharap dapat meredakan situasi yang tegang.

Sa Tze-yi mengatakan, “Harus meredakan situasi kedua belah pihak, tidak boleh tegang, kedua negara baru dapat melakukan penandatanganan. Untuk itu setelah kasus coast guard lalu, kali ini media Filipina juga mendeskripsikan upaya Filipina, mengambarkan situasi Filipina sendiri sebagai atmosfir yang tidak pas untuk menandatangani perjanjian, untuk itu seharusnya meredakan dulu ketegangan situasi.

Sa Tze-yi juga menekankan, saat ini naskah kesepakatan perjanjian perikanan Taiwan dan Filipina sudah terselesaikan, hanya menunggu persetujuan dari Presiden Filipina, Benigno Aquino, apabila tidak ada perubahan atau perbaikan yang penting, kedua belah pihak sudah dapat menandatanganinya. Mengenai ada 3 poin penting dalam naskah kesepakatan, seperti menghindari penggunaan kekerasan, pemberitahuan lebih awal, dan melepaskan dari penegak hukum perairan dari kedua belah pihak, baru dapat ditangkap setelah 1 jam sebelumnya memberitahukan pada pihak lawan, ini berbeda dengan perjanjian perikanan Taiwan dan Jepang.

Komentar

Terbarumore