(Taiwan, ROC) Presiden Ma Ying-jeou meyakinkan keberhasilan Taiwan dalam memperbaiki keamanan sosial di beberapa tahun terakhir, tapi mengingatkan bahwa pencegahan kejahatan juga pekerjaan penting dan tanggung jawab pemerintah yang tidak boleh dilalaikan.
Presiden mengungkapkan hal tersebut ketika menghadiri dan menyampaikan kata sambutan dalam upacara perayaan Hari Polisi Nasional di Taipei, Senin (15/6).
Ma mengutarakan, berbagai data menunjukkan bahwa angka kejahatan di Taiwan telah mencatat penurunan, sementara angka dibongkarnya kasus kejahatan mencatat kenaikan. Atas keberhasilan ini, tutur Ma, dia mewakili pemerintah dan rakyat berterima kasih kepada pihak kepolisian, namun ini tidak berarti pencegahan kejahatan boleh dilalaikan.
Ma dengan suara tersendak mengemukakan contoh terjadinya pembunuhan seorang gadis berusia 8 tahun di sekolah bulan lalu, menegaskan bahwa lubang keamanan sosial harus selalu diperhatikan dan ditambal untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa.
Presiden Ma Ying-jeou mengatakan, “Peristiwa dibunuhnya gadis Liu tidak hanya mengejutkan massa, juga membuat kita semua merasa sedih. Ini adalah tanggung jawab setiap orang dewasa. Kita tidak boleh toleran lagi terhadap masalah serupa. Kita harus tambal semua lubang keamanan sosial dan mencegah terulangnya kejahatan yang sama.”
Menurut Ma, pasca terjadinya pembunuhan tersebut, Administrasi Polisi Nasional (NPA) telah memobilisasi semua personel kepolisian di setiap kota dan kabupaten untuk menguatkan pemeriksaan keamanan dan menambah patroli polisi di kampus sekolah.
Kepala negara percaya, upaya polisi ditambah dengan kerja sama dari pihak sekolah dan orang tua setiap anak, pasti akan bisa mencegah terulangnya kejahatan serupa di masa depan.