(Taiwan-ROC)Kementerian Pendidikan sejak tahun 2008 hingga 2014 menyeleksi lebih dari 500 pengajar Bahasa Mandarin untuk dikirim ke benua Amerika, Afrika, Eropa, Asia Tengara dan negara-negara bertugas sebagai pengajar, kementerian pendidikan tanggal 12 Juni mengundang 4 guru yang sempat mengajar di Paraguay, Polandia dan daerah lainnya untuk berbagi pengalaman pada pengajar-pengajar Bahasa Mandarin. Seorang guru senior menyampaikan, peran mereka di luar negeri tidak saja sebagai pengajar Bahasa Mandarin, tetapi juga memanggul tanggung jawab hubungan dengan negara tempat mereka mengajar.
Seorang guru yang pernah diutus untuk mengajar di Paraguay, Diao Jia-yng membeberkan, pada saat itu dalam satu minggu harus mengajar di 7 tempat, termasuk di universitas, kamp militer dan departemen luar negeri, sehingga murid-murid yang diajarnya adalah mahasiswa, militer, pejabat diplomat dan juga pakar sosial, yang sekarang menjadi Duta besar Paraguay di Taiwan, Marcial Bobadilla Gullen, pada waktu itu juga sempat menjadi muridnya.
Diao Jia-ying menyampaikan, ia sendiri yang merancang bahan-bahan mengajar, mulai dari percakapan yang mengajar murid untuk memperkenalkan diri dalam Bahasa Mandarin, berlatih memesan makanan di rumah makan Tiongkok. Diao Jia-ying mengatakan : setelah selesai kelas, saya juga mengajak murid-murid saya ke restaurant Tiongkok, jadi bisa makan sekalian belajar, selain itu juga secara khusus meminta pemilik restaurant setempat untuk berbicara Bahasa Mandarin dan meminta muridnya memesan sayur, sehingga mereka dapat merasakan kegunaannya.
Tzeng Yu-min (鄭玉敏) yang sempat ditugaskan sebagai pengajar Bahasa Mandarin di universitas Opolski, Polandia mengemukakan, murid-muridnya senang dengan kegiatan budaya, untuk itu ia menyelenggarakan 2 kali kegiatan tahun baru imlek yang diminatin ratusan orang turut berpartisipasi, kegiatan ini juga menarik media setempat; ia juga menghimbau murid-muridnya untuk turut dalam kamp Bahasa Mandarin liburan musim panas atau mencoba mengajukan beasiswa belajar Bahasa Mandarin ke Taiwan.
Zhao Chen-yu (趙晨妤) yang beberapa tahun lalu sempat mengajar di Vietnam mengemukakan, peranan guru yang bertugas mengajar Bahasa Mandarin sangat banyak, bahkan perannya juga sebagai diplomasi negara. Zhao Chen-yu mengatakan : selain sebagai guru dan teman, juga sebagai diplomat. Saya rasa yang saya kembangkan cukup baik, karean hingga saa ini banyak murid yang sudah terjun dalam dunia sosial, tetapi tetap terus berhubungan dengannya. Ditambah dengan dikenalkan pada perusahaan-perusahaan Taiwan, muridnya bisa mendapatkan informasi kerjaan, selain itu kami juga mempromosikan test kemampuan Bahasa Mandarin, yang memberikan lebih banyak saluran belajar dan berlatih bagi murid-muridnya.
Guna mempromosikan pendidikan Bahasa Mandarin, Kementerian Pendidikan mencanangkan perencanaan 8 tahun pengajaran ke negara besar, tahun ini sebanyak 91 pengajar yang dikirim ke berbagai negara, selain itu juga membentuk situs “Komunitas Pengajar Bahasa Mandari Taiwan di Luar Negeri” sebagai ajang yang menyediakan bagi pengajar berbagi dan bertukar pengalaman, dalam situs tersebut juga menampilkan artikel-artikel dan pengumuman terkait dengan pengajaran Bahasa Mandarin.