History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

PM Mao: Perketat Pencegahan Masuknya MERS ke Taiwan

  • 11 June, 2015
  • Editor
PM Mao: Perketat Pencegahan Masuknya MERS ke Taiwan
PM Mao: Perketat Pencegahan Masuknya MERS ke Taiwan

(Taiwan, ROC) – Virus MERS-CoV terus merebak di negara Korea Selatan, dan kini telah menjadi negara yang memiliki pasien terbanyak ke dua di dunia setelah Arab Saudi. Perdana Menteri Mao Zhih-guo dalam rapat Yuan Eksekutif pada hari Kamis tanggal 11 Juni menyampaikan bahwa kini di Korea Selatan telah terdapat 122 kasus pasien penderita virus MERS-CoV, dan 9 di antaranya dilaporkan telah meninggal dunia. Mao meminta instansi kesehatan terkait untuk memperketat tugas pencegahan virus terkait.

Juru Bicara Yuan Eksekutif, Sun Lih-chyun mengatakan, “Kasus epidemik virus MERS-CoV di Korea Selatan terus merebak. Dalam waktu yang pendek telah menjadi negara berpasien MERS ke dua terbanyak di dunia. Kami akan tetap waspada dalam melakukan pencegahan. Selain itu meminta instansi kesehatan untuk melakukan pemonitoran, menguasai informasi dan perkembangan epidemik Korea Selatan dan dunia internasional, guna melakukan persiapan terhadap berbagai kemungkinan yang ada.”

Mao menjelaskan bahwa dalam rangka mengantisipasi masuknya virus MERS ke Taiwan, maka harus dilakukan tugas pengawasan yang ketat, meningkatkan sistim pengobatan terapi penyembuhan dan kemawasan para petugas medis terkait. Mao menyebutkan bahwa semua instansi terkait telah siap untuk menggalang kerjasama.

PM Mao juga meminta Kementrian Kesehatan dan Kesejahteraan untuk mempercepat proses kerja penelitian terkait. Bagi masyarakat yang sempat melakukan perjalanan ke kawasan Korea Selatan maupun Timur Tengah, jika sekembalinya ke Taiwan memiliki gejala sakit, diwajibkan untuk segera melakukan pemeriksaan ke rumah sakit dan melaporkan perjalanan kunjungan yang pernah dilakukan sebelumnya. Mao juga mengingatkan kepada masyarakat untuk jangan terlampau cemas berkenaan dengan kasus ini, dan jika terdapat rumor yang tidak benar, maka akan segera dilakukan perbaikan informasi secepatnya.

Juru Bicara Kementrian Luar Negeri, Gao An, menyebutkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan ketat dan memberikan pengumuman secepatnya di situs terkait yang ada.

Gao An mengatakan, “Pihak Kemenlu beserta para perwakilan terus melakukan pematuan yang mendetail terhadap perkembangan epidemik, dan melakukan pengumpulan data informasi. Selain itu juga akan melakukan komunikasi yang lebih erat dengan instansi kesehatan. Sehubungan dengan masalah informasi lanjut, akan diunggah secepat mungkin ke dalam situs Kemenlu terkait.”

Kemenlu pada tanggal 3 Juni telah meningkatkan lampu peringatan bagi Seoul Korea Selatan ke dalam kategori peringatan warna kuning. Selanjutnya pada tanggal 9 Juni, telah memasukkan semua kawasan di Korea Selatan ke dalam kategori peringatan warna kuning. Pihak Kemenlu meminta kepada seluruh masyarakat untuk mewaspadai kesehatan pribadi, mengenakan masker pernapasan dan membersihkan tangan setiap saat. Jika tidak ada hal yang penting, sebaiknya dapat menghindari melakukan kunjungan ke rumah sakit.

Komentar

Terbarumore