History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Tsai Ing-wen menegaskan niat mempertahankan status quo Taiwan

  • 08 June, 2015
  • Editor
Tsai Ing-wen menegaskan niat mempertahankan status quo Taiwan
Ketua DPP Tsai Ing-wen menegaskan niat mempertahankan status quo Taiwan

(Taiwan, ROC) Partai Progresif Demokratik (DPP) akan berusaha mempertahankan status quo Taiwan andaikata memenangkan pemilihan presiden Januari mendatang, demikian ditegaskan ketua DPP Tsai Ing-wen (蔡英文) pada hari Minggu (7/6).

Tsai, yang juga merupakan kandidat presiden dari DPP, mengemukakan hal tersebut dalam suatu acara temu pers di San Francisco, kota terakhir yang akan dikunjunginya dalam perjalanan ke Amerika Serikat kali ini.

Tsai memberitahukan wartawan, dia tidak berniat mengubah status quo Taiwan jika terpilih, tapi menekankan bahwa perdamaian dan kestabilan antar Selat Taiwan membutuhkan upaya bersama dari Taiwan dan Daratan Tiongkok.

Andaikata terpilih tahun depan, lanjutnya, DPP akan berusaha giat untuk menjamin perkembangan stabil hubungan antar Selat Taiwan berdasarkan fondasi yang telah dibangun dalam interaksi sepanjang dua dasawarsa terakhir.

Atas pertanyaan apakah pertemuan antar pejabat tinggi yang menangani perkembangan hubungan antar Selat Taiwan saat ini akan diteruskan jika dia terpilih sebagai presiden, Tsai menjawab, saluran komunikasi antara Taiwan dan Daratan Tiongkok tidak hanya akan diteruskan, bahkan akan memiliki lebih banyak fungsi di masa depan.

Meski demikian, Tsai menegaskan kembali bahwa pemerintah baru dibawah pimpinan DPP kemungkinan besar tidak akan mendukung “konsensus 1992,” prinsip yang diadopsi partai berkuasa saat ini yaitu Kuomintang (KMT) dalam mengembangkan hubungan stabil dengan Daratan Tiongkok sejak inaugurasi Presiden Ma Ying-jeou pada tahun 2008.

DPP akan berusaha bernegosiasi dengan Daratan Tiongkok, mencari kesamaan untuk mengesampingkan perbedaan pendapat, dan bukan hanya bergantung pada penggunaan atau interpretasi dari suatu istilah spesifik, tutur Tsai.

Konsensus 1992 adalah suatu kesepakatan yang dicapai antara Taiwan dan Daratan Tiongkok pada tahun 1992, yang dengan sukses menghasilkan pertemuan bersejarah pertama antara ketua Yayasan Interaksi Antar Selat (SEF) Taiwan Koo Chen-fu (辜振甫) dan ketua Asosiasi Hubungan Antar Selat Taiwan (ARATS) Wang Daohan (汪道涵) Daratan Tiongkok di Singapura pada tahun yang sama.

Validitas konsensus tersebut ditolak oleh pemerintah DPP pertama dibawah pimpinan Presiden Chen Shuibian (陳水扁) yang berkuasa dari tahun 2000 sampai 2008. Dalam kurun waktu ini, interaksi antar Selat Taiwan sepenuhnya berhenti, dan hanya dipulihkan setelah KMT meraih kembali kekuasaan pada 2008 dengan terpilihnya Ma Ying-jeou sebagai presiden.

Dijelaskannya pendirian dalam menangani perkembangan hubungan antar Selat Taiwan dianggap sebagai suatu perubahan sikap cukup besar dari DPP dan Tsai sendiri. Umum beranggapan, kekalahan Tsai Ing-wen ketika dia pertama kali mengikuti pemilihan presiden tahun 2012 disebabkan pendirian pro-kemerdekaan Taiwan serta kegagalannya dalam menggarisbesarkan kebijakan Daratan Tiongkok yang jelas.

Komentar

Terbarumore