(Taiwan-ROC) Rombongan yang dipimpin Ketua Partai oposisi Partai Progresif Demokratik (DPP), Tsai Ing-wen, tanggal 5 Juni waktu Amerika Timur tiba di New York, yang merupakan kota multikultural untuk itu pada jamuan makan malam Tsai Ing-wen melontarkan kebijakan kulturalnya. Tsai Ing-wen menyampaikan, ia akan mengutamakan sumber daya cultural dan melatih tenaga berbakat, selain itu akan secara transparan memberikan subsidi bagi mekanisme yang mendukung pengembangan budaya, kemudian disesuaikan dengan arah pendidikan untuk memungkinkan pelajar dengan memanfaatkan emasipasi pendidikan tradisional, mengunakan keunggulan budaya Taiwan untuk mengembangkan kekuatan lunak negara.
Setlah mengakhiri kunjungan di Washington, tempat berikutnya yang dikunjungi ketua DPP, Tsai Ing-wen adalah New York. Pada jamuan makan malam bersama Tionghoa Perantau di New York, Tsai Ing-wen mengemukakan, New York merupakan kota yang mewujudkan impian indah, banyak orang Taiwan yang mengejar impiannya di New York, seperti Wang Jian-ming, Lin Su-hao, Jason Wu dan lainnya yang menjadi gemilang Taiwan. Selain itu patung Liberty New York sepertinya menyambut semua orang dengan latar belakang suku, budaya, negara yang berbeda untuk datang imigrasi, memberikan dan mengembangkan hidup baru, menyalurkan konsep multicultural, untuk itu di New York lah untuk perdana Tsai Ing-wen mengemukakan kebijakan terkait dengan budaya.
Tsai Ing-wen menyampaikan, ide kebijakan kebudayaannya adalah mengutamakan mendidik tenaga berbakat, dan subsidi bagi pengembangan kesenian serta penyesuaian arah pendidikan. Tsai Ing-wen mengatakan : kami akan mengutamakan sumber daya cultural, melatih dan memanfaatkan tenaga berbakat, inovasi budaya merupakan tenaga berbakat; kedua kami mengunakan kebijakan subsidi yang transparan, tidak seperti rumah impian, mengembangkan mekanisme pendukung seni budaya; ketiga dengan penyesuaian arah pendidikan, agar dapat menarik keluar siswa dari menghafal mati buku pelajaran, cara mendidik tradisional.
Tsai Ing-wen juga menekankan, Taiwan seharusnya memanfaat keunggulan pengembangan multikutural sebagai kekuatan lunak negara, seperti layaknya New York, keberhasilan budaya tidak hanya dapat dibagikan pada dunia global, melainkan dapat mengerakkan perkembangan ekonomi. Tsai menuturkan, untuk membentuk Taiwan sebagai negara yang terbuka, ini harus belajar dari semangat membuka diri dari New York, pertama-tama melahirkan dan mengembangkan budaya, mejadi wadah yang dapat menarik tenaga berbakat, agar kaum muda berani mencoba, memberikan kesempatan untuk bereksplorasi, agat Taiwan menjadi tempat yang dapat mewujudkan impian.