History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Harga 17 Jenis Produk Pangan Pokok Alami Penurunan Untuk Pertama Kalinya Dalam 2 Tahun Terakhir.

  • 05 June, 2015
  • Editor
Harga 17 Jenis Produk Pangan Pokok Alami Penurunan Untuk Pertama Kalinya Dalam 2 Tahun Terakhir.
Harga 17 Jenis Produk Pangan Pokok Alami Penurunan Untuk Pertama Kalinya Dalam 2 Tahun Terakhir.

(Taiwan, ROC) – Badan Direktorat Jenderal Budget, Akutansi dan Statistik Yuan Eksekutif atau DGBAS, pada hari Jumat tanggal 5 Juni mengumumkan perubahan harga bahan barang produksi di Taiwan. Karena adanya penurunan harga bahan bakar minyak, gas alam dan juga biaya listrik, ditambah lagi dengan banyaknya hasil panen buah-buahan, menurunkan harga barang elektronik yang terjadi di dalam pasar, maka indeks harga konsumen atau CPI pada bulan Mei lalu mengalami penurunan sebesar 0,73%. Penurunan ini juga telah terjadi selama 5 bulan beruntun. Berkenaan dengan 17 jenis bahan konsumen pokok yang menjadi bagian pengawasan dari Badan Pengendalian Harga Yuan Eskekutif, prosentase pertumbuhan mengalami penurunan hingga mencapai kategori minus untuk 2,5 tahun terakhir ini.

Berdasarkan laporan yang diumumkan oleh DGBAS, harga bahan bakar pada bulan Mei mengalami penurunan sebanyak hampir 20%, sehingga mempengaruhi indeks CPI hingga mencapai 0.8%. Selain itu, biaya listrik dan gas alam sendiri juga mengalami penurunan. Sementara untuk bagian bahan pangan, walaupun ada kenaikan sebesar 0,87%, namun kenaikan ini adalah yang terendah selama 21 bulan terakhir ini. Harga bahan makanan yang menjadi perhatian masyarakat umum, mengalami kenaikan sebanyak 2,02%, walau demikian, angka ini masih merupakan yang terendah selama 15 bulan terakhir. Semua laporan yang disebutkan menyebabkan menurunnya indeks CPI menjadi -0,73%.

Wakil Kepala Badan Statistik DGBAS, Tsai Yu-thai mengatakan, “Ini adalah perubahan tahunan, dimana ada sebagian yang merupakan perubahan pada tahun lalu yang mencapai 5,35%. Angka tersebut disebabkan oleh naiknya harga daging babi, yang juga menggambarkan adanya stabilisasi harga untuk tahun ini. Dalam hal ini harga daging babi dan daging ayam turut serta memberikan pengaruh, dan harga daging ayam sendiri terbilang cukup stabil. Berkenaan dengan harga telur ayam, untuk jangka pendek masih harus melihat stok yang ada di pasar, dan kebetulan saja untuk bulan ini mengalami penurunan yang cukup banyak, sehingga menyebabkan nilai indeks mencapai -0,22%.”

Selain itu dalam masa hari libur nasional Festival Perahu Naga, harga bahan pangan mengalami kenaikan sedikit, di antaranya beras, tepung dan jamur kering. Sementara harga daging babi mengalami penurunan sebesar 2,03%, yang juga merupakan angka terendah selama 28 bulan terakhir ini.

Sehubungan dengan turunnya indeks CPI pada bulan Mei, apakah berkemungkinan terjadinya penyusutan suplai bahan produk di dalam pasar? Pihak DGBAS menjawab bahwa indeks tersebut tidak mencakup harga sayur mayur dan sumber energi lainnya, yang sebenarnya mengalami kenaikan sebesar 0,94%. Sehingga kekhawatiran tersebut tampaknya tidak akan terjadi. namun pihak DGBAS juga tetap memprediksi bahwa pada kwartal ke dua tahun ini, nilai indeks CPI juga akan kembali mengalami penurunan, dan baru akan kembali naik pada masa kwartal ke tiga.

Komentar

Terbarumore