Korea Selatan terserang virus MERS, saat ini jumlah orang yang terkena virus mematikan sudah menduduki urutan ke 3 dunia, hal ini membuat negara-negara tetangga sekitarnya menjadi was-was.
Komite Kesehatan dan Kesejahteraan, Yuan Legislatif, hari ini (4/6) pagi melakukan perubahan jadwal, meminta Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan untuk memberikan laporan pencegahan yang dilaksanakan saat ini. Legislator partai KMT, Zheng Ru-fen mengemukakan, jumlah kasus di Korea bertambah cepat, sekolah-sekolah yang meliburkan pelajarnya juga terus bertambah, ini menunjukkan kalau wabah epidemi ini sudah tidak terkontrol.
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan, Chiang Been-huang (蔣丙煌) menyampaikan, terus terang ada kekhawatiran kalau epidemi di Korea sudah tidak terkendali, dewan kesehatan telah berupaya keras untuk memerangi, dan juga telah mempertimbangkan situasi yang paling buruk.
Chiang Been-huang (蔣丙煌) mengemukakan, saat ini tahap penyebaran masih terbatas di bagian dalam rumah sakit, ancaman menyebar ke Taiwan masih rendah, begitu penyebaran sudah memasuki kota, kementerian kesehatan dan kesejahteraan akan segera meningkatkan peringatan.
Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Zou Chi-hao (周志浩) menyampaikan, mulai hari ini akan meminta wisatawan Korea yang masuk ke Taiwan untuk mengisi lembaran data kesehata, diminta untuk segera menghubungi 1922 saluran khusus epidemi, apabila didapati gejala seperti demam, sesak nafas. Ia juga menginggatkan masyarakat yang akan berkunjung ke Korea, apabila tidak perlu, hindari mendatangi klinik atau rumah sakit setempat, virus MERS tersebar melalui air ludah atau bersentuhan dengan penderita, untuk itu harus membiasakan cuci tangan dan menjaga saluran pernafasan.