History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Epidemik Virus MERS Korea Selatan Menyebar

  • 03 June, 2015
  • Editor
Epidemik Virus MERS Korea Selatan Menyebar
Epidemik Virus MERS Korea Selatan Menyebar

(Taiwan, ROC) – Epidemik Virus MERS-CoV yang terjadi di kawasan Korea Selatan terus menyebar luas. Pihak Pusat Pengontrolan Penyakit atau CDC pada hari Selasa tanggal 2 Juni kemarin baru saja memberikan pengumuman terkait. Dikarenakan penyebaran ini terjadi dalam kawasan pemukiman masyarakat, maka tidak tertutup kemungkinan untuk memperluas peringatan tahap kedua, yang mengharuskan masyarakat untuk melindungi diri sendiri, mulai dari Kota Seoul, Incheon dan Gyeonggi.

        Namun terdapat berita rumor tentang penyebaran virus terkait tahap ke tiga, yang terjadi di dalam rumah sakit, bukan berada di Kota Seoul, melainkan di Kota Daejon.

        Wakil Kepala CDC, Chow Chi-hao pada hari Rabu tanggal 3 Juni menyampaikan bahwa sepengetahuan pihak CDC, penyebaran virus MERS-CoV berkemungkinan meluas hingga ke luar kawasan Kota Seoul. Hal ini tentu akan meningkatkan peringatan yang diberikan kepada para wisatawan yang berkunjung ke Korea Selatan.

        Chow Chi-hao mengatakan, 《外:150603-05周志浩(男)22"》“Sekarang kita akan melihat terlebih dahulu, kawasan yang disebutkan meliputi mana saja? Apakah hal ini juga memiliki faktor tersendiri. Karena jika peringatan terus diperluas kawasannya, tentu juga memiliki dampak yang baik, namun akan menimbulkan kegelisahan dan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Untuk hal ini, maka kami akan mengumpulkan informasi lebih lengkap, melakukan penelitian dan pembahasan lebih lanjut.”

        Hingga saat ini, sikap Taiwan dalam menghadapi epidemik Virus MERS, selain Arab Saudi, Seoul juga dikategorikan ke dalam kawasan peringatan tahap kedua. Sementara untuk kawasan di luar Seoul, Korea Selatan, termasuk negara-negara di Timur Tengah seperti Bahrain, Iran, Yudan, Oman, Qatar dan Uni Emirat Arab, dikategorikan kawasan peringatan tahap pertama.

        Selain itu, hal yang dikhawatirkan oleh khalayak umum perihal peningkatan peringatan terhadap kawasan kunjungan turis, Wakil Menteri Luar Negeri, Simon Ko, saat menerima pertanyaan dari wartawan usai rapat di Yuan Legislatif menjelaskan bahwa saat ini harus terus memantau perkembangan situasi di negara epidemik dan pandangan yang diberikan oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Karena negara lain belum memberikan signal apapun terhadap epidemik ini, maka untuk saat ini Taiwan tetap akan memasang peringatan lampu abu-abu terhadap negara yang terkait.

Komentar

Terbarumore