(Taiwan, ROC)- Perjanjian perdagangan bebas FTA Daratan Tiongkok-Korea pada tanggal 1 Juni 2015 secara resmi berjalan, Presiden Ma Ying-joeu pada hari ini(6/2) menghadiri pameran komputer internasional Taipei 2015, dalam sambutannya Beliau mengatakan, pada tahun 2010 Taiwan bersama Daratan Tiongkok telah menandatangani kerangka perjanjian kerjasama ekonomi antar selat (ECFA), pada saat bersamaan pemerintah Korea juga sangat memperhatikan hal ini, beranggapan akan bertambah satu pesaing yakni Taiwan yang tidak boleh diremehkan, dengan demikian pihak Korea menghabiskan waktu selama 3 tahun membahas kerjasama dengan Daratan Tiongkok dalam FTA; namun sebaliknya Taiwan, kerjasama perjanjian perdagangan barang dan jasa antar selat hingga saat ini belum ada perkembangan lebih lanjut, Beliau menghimbau agar yuan legislatif segera melakukan peninjauan agar Taiwan tidak ketinggalan.
Presiden Ma menekankan, ekspor merupakan garis kehidupan bagi Taiwan, sementara ini Taiwan dengan proporsi produk yang tercakup dalam FTA hampir mencapai 10%, sementara Korea telah melebihi dari 30%, apalagi ditambah dengan telah berjalannya FTA Daratan Tiongkok-Korea maka akan semakin meningkat, dalam hal ini merupakan peringatan waspada besar bagi Taiwan, Ia mengharapkan agar dapat dihadapi secara nyata, secara bersama mencari solusi.
Presiden Ma mengatakan: “dikarenakan proporsi produk Taiwan yang tercakup dalam FTA hanya berkisar 10%, sementara Korea telah mencapai lebih dari 30%, ditambah dengan kerjasama dengan Daratan Tiongkok akan diberlakukan, ada kemungkinan semakin meningkat, dalam persaingan ini bagi kami merupakan suatu peringatan waspada yang cukup besar. Kami mengharapkan agar semua menghadapi kenyataan kendala ini, mencari solusi keluar sesegera mungkin, karena ekspor merupakan garis kehidupan bagi kita.”
Presiden Ma mengatakan, setelah diberlakukannya FTA Daratan Tiongkok-Korea, maka akan berpengaruh pada berbagai manufaktur Taiwan, peralatan mesin, tekstil, walaupun produk komunikasi memiliki jaminan perjanjian teknologi informasi(ITA), namun tetap harus lebih berhati-hati.
Menteri kantor urusan Daratan Tiongkok(MAC), Andrew Hsia pada siang hari ini juga menghadiri pertenya forum pembahasan pertukaran perdagangan antar selat, dalam sambutan Ia mengatakan, Taiwan dalam kenyataanya telah mengalami kondisi terpinggirkan, memiliki kendala bergabung dalam integrasi kemitraan ekonomi, ini menyebabkan tekanan yang ada semakin lama semakin berat.
Andrew Hsia menekankan, seharusnya kerjasama perjanjian perdagangan barang harus dipercepat, peninjauan kerjasama ini juga seharusnya segera diloloskan.Dalam sambutan Andrew hsia menyampaikan, akhir bulan Mei saat diadakan pertemuan kepala kantor urusan antar selat, kedua belah pihak menyetujui agar tetap melanjutkan pembahasan ini, tidak dipengaruhi oleh pengawasan peninjauan dari masing-masing selat.