(Taiwan-ROC) Presiden Republik Tiongkok, Ma Ying-jeou tanggal 29 Mei, ketika menerima kunjungan Ketua Kehormatan Kelompok Persahabatan Taiwan di Parlemen Eropa, Viviane Reding, menyampaikan, setelah menjabat sebagai presiden, beliau dengan agresif berupaya untuk menandatangani perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan negara-negara lain, akan lebih banyak produk pertanian Eropa yang dapat diimpor ke Taiwan, sehingga konsumen dapat lebih terpuaskan.
Kepala negara menyampaikan, selama 7 tahun ini beliau menjabat sebagai presiden, parlemen Eropa terus beruapa memberikan solusi, mendukung dan meningkatkan hubungan Taiwan dan Eropa, 4 tahun lalu telah memberikan fasilitas bebas visa bagi warga Taiwan, yang mana ini memberikan dampak positif bagi hubungan bilateral dan juga membuat jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Eropa meningkat pesat.
Presiden Ma mengatakan, setelah menjabat sebagai presiden, ia berupaya keras untuk menandatangani FTA dengan berbagai negara, tetapi terbentur dengan masalah hubungan diplomatik, Pres Ma berharap di masa mendatang Taiwan dapat bergabung dalam Kemitraan Trans Pacific (TPP) dan Kemitraan Ekonomi Konferhensif Regional (RCEP), tidak tersingkirkan dari gelombang integrasi ekonomi regional global.
Presiden menegaskan, Uni Eropa merupakan mitra dagang terbesar ke 5 bagi Taiwan, tahun lalu nilai
perdagangan kedua belah pihak mencapai USD50,9 milyar, berdasarkan penelitian wadah pikir Den Mark, apabila Taiwan menandatangani FTA dengan Uni Eropa, diperkirakan nilai perdagangan kedua belah pihak dapat melampaui Euro 10 milyar, ia berharap Komisi Uni Eropa dapat secepatnya mengerakkan pembahasan perjanjian ini, bersama Taiwan menandatangani FTA, meningkatkan hubungan ekonomi bilateral.
Presiden Ma Ying-jeou mengatakan : Yang paling utama adalah Eropa, Komisi Uni Eropa dapat lebih awal melakukan negosiasi perjanjian dengan kita, karena berdasarkan penelitian wadah pikir Den Mark, apabila Taiwan menandatangani FTA dengan Uni Eropa, ini akan memberikan bantuan sangat besar bagi perdagangan bilateral, bahkan mereka memperkirakan bisa melampaui Euro 10 milyar.
Pemimpin negara menyampaikan, saat ini Taiwan mengimpor beragam produk pertanian Eropa, di Taiwan dapat menikmati makanan ala German, Perancis dengan bahan-bahan yang diimport langsung dari negara asal, hal ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya, apabila kedua belah pihak menandatangani FTA, Taiwan akan dapat lebih banyak mengimpor produk pertanian Eropa, akan membantu perekonomian kedua dua belah pihak, juga dapat memuaskan konsumen.