Media Korea Selatan hari ini (30/5) memberitakan, sejak pasien terserang virus MERS (Middle East Respiratory Syndrome) pertama muncul di Korea Selatan pada tanggal 20 Mei, hingga hari ini jumlah pasien yang positif terkena virus mematikan ini sudah bertambah menjadi 13 orang, pasien ke 13 merupakan pasangan dari pasien ke 12, untuk itu pakar khawatir apakah dalam masa ini virus MERS akan menyebar luar atau muncul mutasi virus.
Kantor berita central Korea Selatan menegaskan, pasien penderita MERS pertama yang berusia 68 tahun sebelumnya sempat berkunjung ke Bahrain, Uni Emirat Arab, Arab Saudi dan Qatar, saat berkunjung ke sana sempat menunggang onta. Setelah itu penderita sempat berdekatan dengan istri dan anaknya, dengan pasien lainnya tinggal dalam satu kamar di rumah sakit, dan berdekatan dengan tim medis yang mana setelah diperiksa ke 7 orang ini juga tertular. Masih ada 4 orang lainnya yang sempat berada satu lantai di rumah sakit dan sempat berkontak dengan pasien bersangkutan, jadi dapat dikatakan paling sedikit 9 orang dan paling banyak 11 orang yang tertular virus dari pasien pertama.
Laporan menuliskan, bagaimana virus MERS ini dapat menyebar di Korea Selatan? Profesor dari Universitas Seoul membeberkan, virus MERS-coV pada dasarnya sering berubah, sehingga tidak dapat menutup kemungkinan mutasi virus. Dikatakan, mutasi virus yang mungkin membuat virus semakin kuat.
Laporan menyampaikan, tingkat kematian virus MERS di Timur Tengah mencapai 40%, lebih tinggi dari virus mematikan flu unggas (AI), penyerangan pada saluran pernafasan lebih kuat 4 kali lipat dari SARS. meskipun saat ini sudah ada 13 orang yang terserang virus ini di Korea Selatan, tetapi belum ada kasus pasien meninggal karenanya.
Dalam situasi normal, tingkat penularan virus dan tingkat mematikan berbandaing terbalik. Meskipun penyebaran virus sangat kuat tetapi tingkat kematian hanya 0.03%. Meskipun tingkat penyebaran MERS di Timur Tengah sangat rendah, tetapi tingkat kematiannya sangat tinggi, untuk di Korea Selatan terlihat tingkat kematian rendah tetapi tingkat penyebarannya cukup tinggi.
Profesor Wu dari Universitas Seoul menyampaikan, penyebab utama timbulnya kasus di Korea Selatan ini karena penyebaran virus di rumah sakit, pasien di rumah sakit dalam kondisi antibody melemah, sehingga penyebaran sangat cepat
Laporan juga menekankan, penyebaran virus ini memerlukan waktu saat berkontak, lebih singkat waktunya dari waktu yang diumumkan oleh Badan Pengendalian Penyakit Korea, ini membuktikan kalau virus MERS sudah semakin kuat.
Badan Pengendalian Penyakit setemapt pada tanggal 21 Mei 2015 lalu menjelaskan, kemungkinan tertular virus ini apabila orang bersangkutan berdekatan dengan jarak sekitar 2 meter dalam waktu lebih dari 1 jam dengan pasien, tetapi pada kenyataan tidak sedikit mereka tertular virus padahal waktu berkontak dengan pasien lebih singkat.
Pada pasien ke 5 (50 tahun) yang terjangkit, ia hanya berkontak 5 menit berkontak dengan pasien yang didiagnosis. Dan 4 pasien lain yang terjangkit adalah pasien yang tinggal di ruang pasien berdekatan dengan bangsal pasien yang didiagnosis ini. dengan demikian “jarak 2 meter, waktu 1 jam” sudah tidak dapat dijadikan standar tersebarnya virus MERS ini.