(Taiwan-ROC) Dalam rangka melaksanakan hasil dari pertemuan “Kerja sama Taiwan – Amerika Serikat dalam bidang Sains dan Teknologi” yang berlangsung pada bulan Juli tahun lalu, dan sebagai langkah untuk meningkatkan kerja sama penelitian bilateral, Kementerian Sains dan Teknologi (MOST) bersama dengan National Science Foundation (NSF) Amerika pagi hari ini (29/5) membuka pengelaran 3 seminar sekaligus yaitu seminar “Ilmu Bumi”, “Ilmu Atmosfer” dan “Komunikasi Optik”. Dalam kata sambutan, Menteri Sains dan Teknologi, Hsu Jue-min menyampaikan, berharap melalui 3 seminar yang diselenggarakan ini, dapat mencari titik kerjasama antara Taiwan dan Amerika Serikat, menciptakan peluang kerjasama baru.
MOST menegaskan, NSF adalah lembaga independen dari pemerintahan federal Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 1950, merupakan instansi penting yang selain bidang medis juga membantu dalam perencanaan penelitian, subsidi penelitian yang diberikan setiap tahunnya mencapai 110 ribu program perencanaan penelitian, dan dari program penelitian tersebut telah berhasil menyabet 214 penghargaan nobel.
Dalam seminar NSF kali ini terbentuk kelompok 65 orang, merupakan yang terbanyak dalam sejarah, bersamaan dengan itu 3 ajang yang digelar sekaligus juga merupakan terbesar dalam sejarah, tim yang termasuk 5 kepala bagian perencanaan NSF, dan 3 peneliti senior dari sekolah Amerika Tengah ternama serta peneliti-peneliti muda lainnya, dengan demikian dapat mempromosikan kesinambungan kerjasama penelitian Taiwan dan Amerika Serikat serta mempercepat perkembangan penelitian.
Menteri MOST, Hsu Jue-min dalam kata sambutannya membeberkan, 3 ajang seminar ini dengan tema utama “Keterkaitan Orogenesis, Erosi dan iklim Taiwan”, “Cuaca dan Curah Hujan yang ekstrim” dan “Penelitian terkait Optoelektronik Wearable” dan topic lainnya yang akan dibahas dalam seminar yang berlangsung selam 2 hari, dari 3 ajang seminar juga ada 2 ajang yang berkaitan dengan bencana alam, Taiwan yang terletak di persimpangan lempengan bumi guna memahami fenomena fisik ilmu bumi yang diperlukan untuk pencegahan bencana.
Hsu Jue-min mengatakan:: kita semua tahu, Taiwan terletak di persimpangan lempengan bumi dan perbatasan sistem cuaca, variabilitas perubahan yang signifikan dari kegiatan atmosfir dan bumi, waktu dan ruang yang ada berperan dalam perubahan, seringkali berpengaruh kuat dalam kehidupan kita. Untuk itu kita sebelum kita mengambil langkah pencegahan bencana, memahami fenomena fisik ilmu bumi merupakan keharusan.
Hsu Jue-min juga menyampaikan, sebelum dan sesudah seminar juga akan melakukan kunjungan lapangan, agar tim peneliti senior Amerika Serikat dapat lebih mengenal perkembangan dan kemampuan dari penelitian sains dan teknologi Taiwan, berharap melalui 3 ajang seminar ini, Taiwan dan Amerika Serikat dapat mencari titik penting kerja sama, serta menciptakan peluang kerja sama baru.