(Taiwan, ROC) – Epidemik virus flu baru jenis MERS-CoV merebak di Korea Selatan. Pada hari Kamis tanggal 28 Mei juga telah dipastikan jumlah pasien bertambah 2 orang. Pihak CDC menyampaikan bahwa penambahan 2 pasien ini adalah perawat di barisan pertama yang bertugas menjaga pasien yang sebelumnya juga mengidap virus MERS-VoC. Dengan adanya penambahan tersebut, maka jumlah total pasien yang mengidap virus MERS-VoC hingga saat ini sebanyak 7 orang.
Yang patut diperhatikan disini adalah, pihak Korea Selatan sebelumnya juga telah memastikan bahwa ada satu pria berusia 44 tahun yang dikategorikan sempat berinteraksi dengan pasien yang mengidap virus terkait, saat diwajibkan untuk mengikuti program isolasi dalam rumah, pria tersebut sempat melakukan kunjungan ke Daratan Tiongkok. Wakil Kepala CDC, Chow Zhih-hao menyebutkan bahwa pria tersebut adalah putra dari salah satu pasien yang mengidap virus MERS-VoC, juga adik dari salah satu pasien lainnya. Dalam kondisi tubuh yang bersuhu tingggi, pria tersebut melakukan kunjungan ke Daratan Tiongkok. Kini seluruh awak pesawat, termasuk istri dan anak dari pria tersebut tengah berada dalam pengawasan instansi kesehatan Daratan Tiongkok.
Epidemik virus MERS-VoC di Korea Selatan telah mulai merebak dan pihak instansi kesehatan di Taiwan juga meningkatkan status siaganya. Chow menjelaskan bahwa pemeriksaan akan diperketat bagi seluruh masyarakat yang masuk ke Taiwan usai melakukan kunjungan dari Korea Selatan.
Chow Zhih-hao mengatakan, “Hal pertama yang akan dilakukan adalah memperketat pemeriksaan, khususnya yang memiliki gejala demam panas usai perjalanan dari Korea Selatan. Jika menemukan gejala seperti peradangan bagian pernafasan, maka diwajibkan untuk segera dimasukkan ke dalam rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut. Mungkin ada yang meragukan mengapa jika demam tidak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut? Karena jika hanya demam, hasil pemeriksaan berkemungkinan negatif. Jika peradangan paru-paru, maka hasil pemeriksaan akan lebih bisa dipastikan. Terhadap mereka yang demam, khususnya setelah keluar dari Korea Selatan, kami akan melakukan pengawasan yang lebih ketat.”
Perdana Menteri Mao dalam rapat Yuan Eksekutif pada hari yang sama mengemukakan bahwa akhir-akhir ini virus MERS-VoC merebak dari kawasan Timur Tengah, kemudian menyebar hingga ke Korea Selatan. Mao meminta kepada instansi kesehatan terkait untuk melakukan pengawasan lebih lanjut, pemeriksaan di kawasan pinggiran dan pemeriksaan terhadap sumber epidemik.
Mao mengatakan bahwa hingga saat ini, jumlah pasien pengidap virus MERS-VoC mayoritas berada di kawasan Timur Tengah, namun karena terdapatnya berbagai interaksi antar manusia seiring dengan globalisasi yang terjadi, maka memungkinkan virus tersebut menyebar hingga ke kawasan lainnya.