(Taiwan, ROC) – Kantor perwakilan resmi pemerintah Inggris yang sebelumnya memiliki nama British Trade and Cultural Office atau BTCO, sehari sebelumnya secara resmi merubah nama kantor perwakilannya menjadi British Office. Pihak Kementrian Luar Negeri menganggap adanya perubahan nama kantor perwakilan menunjukkan bahwa hubungan antara Inggris dan Taiwan mengalami kemajuan yang positif.
Wakil Menteri Luar Negeri Vanessa Shih pada hari Kamis tanggal 28 Mei saat menerima wawancara menjelaskan bahwa dirinya menghormati sikap pihak pemerintah Inggris yang melakukan perubahan nama kantor perwakilannya di Taiwan secara aktif. Hal tersebut juga berarti kantor perwakilan pemerintah Inggris benar-benar memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan di Taiwan.
Vanessa Shih mengatakan, “Saya tidak akan melihat perubahan nama ini dari sudut pandang dobrakan pekerjaan, namun saya rasa perubahan nama ini berarti adanya hubungan yang mendalam antara kedua belah pihak. Kini kantor perwakilan telah berganti nama menjadi British Office, yang berarti tidak saja hanya masalah perdagangan atau budaya semata, namun juga meliputi hubungan kerjasama dalam bidang teknologi, pendidikan dan lain sebagainya. Sehingga perubahan nama tersebut hanya melambangkan makna hubungan yang mendalam saat ini.”
Selain itu, berkenaan dengan isu ingin mengundang pimpinan Vatikan melakukan kunjunan ke Taiwan, pihak Museum Nasional Taiwan memperbaiki isu tersebut. Yang sebenarnya dimaksudkan adalah, saat pihak Museum Nasional Taiwan melakukan pameran di Itali pada tahun depan, maka sangat diharapkan pimpinan Vatikan dapat melakukan kunjungan ke pameran tersebut.
Menjawab hal tersebut, Vanessa Shih mengatakan bahwa dalam surat keterangan yang dikeluarkan oleh pihak Museum Nasional Taiwan, tidak menyebutkan adanya rencana mengundang pimpinan Vatikan ke Taiwan. Pihak Kemenlu sendiri juga tidak menerima permintaan terkait serupa. Sehingga dapat dipastikan hal tersebut hanya merupakan kesalahpahaman antara pihak media dengan instansi terkait.