(Taiwan, ROC) - Dalam sebuah laporan statistik bulan April dari Kementerian Ekonomi menunjukan angka diluar perkiraan sedangkan untuk angka ekspor lesu. Menteri Ekonomi John Teng hari Rabu tanggal 27 Mei saat hadir di sidang interplasi menyampaikan, indikasi ekpor April perlu diwaspadai, Kemenko akan memperbanyak bantuan terkaik kepada eksportir serta lebih giat lagi mencari peluang bisnis di pasar negara baru.
Berkaitan dengan angka perdagangan luar negeri bulan April yang kurang memuaskan termasuk ekspor berkurang 11,7%, sedangkan indikator manufaktur hanya naik 1,15% dimana angka pertumbuhan ini adalah terendah sejak Februari 2014. Menanggapi laporan tersebut, Menko John Teng menyampaikan bahwa angka-angka tersebut sangat perlu diwaspadai.
Dalam sidang interplasi itu, Menko menjelaskan, kendati produk elektronik memasuki musim sepi namun angka ekspor yang lalu perlu diantisipasi oleh Kemenko dan telah menugaskan Biro Perdagangan Luar Negeri dan Biro Industri untuk memberikan perhatian khusus. Ia menyampaikan, “Saya rasa untuk industri harus dicari hal-hal mana yang perlu lebih ditekuni lagi, memperkuat promosi, yang utama adalah kita tidak boleh membiarkan ekspor kita merosot untuk jangka panjang. Sedangkan untuk industri manufaktur, kita ada beberapa pengusaha utama, kita akan mencari cara bagaimana agar meningkatkan ekspor mereka, kedua adalah, terutama untuk pasar negara berkembang, mencari cara agar bisa mendapatkan peluang yang lebih besar lagi, jadi kira-kira 2 jalan ini yang akan ditempuh.”
Ia melanjutkan, walau kerja pemerintah membuka pasar negara berkembang sudah membuahkan hasil namun masih tetap harus menghadapi fenomena melesunya daya ekspor, Kemenko akan terus berupaya.