History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma: Prakarsa Perdamaian Laut Selatan Bukan Hanya Slogan Semata

  • 27 May, 2015
  • Editor
Presiden Ma: Prakarsa Perdamaian Laut Selatan Bukan Hanya Slogan Semata
Presiden Ma: Prakarsa Perdamaian Laut Selatan Bukan Hanya Slogan Semata

 (Taiwan, ROC) – Berkenaan dengan banyaknya suara dari khalayak umum berkenaan dengan Prakarsa Perdamaian Laut Selatan yang dianggap hanya berupa sebuah slogan semata, Presiden Ma Ying-jeou pada hari Rabu tanggal 27 Mei memberikan komentar bahwa Prakarsa Perdamaian Laut Selatan dicanangkan sesuai dengan pengalaman yang telah ada, oleh sebab itu hal ini bukanlah hanya sekedar slogan semata. Presiden Ma menegaskan bahwa sikap pemerintah Republik Tiongkok berkenaan dengan urusan hubungan internasional selalu merujuk kepada peraturan internasional lainnya. Dan hingga saat ini pihak Amerika sendiri juga menyatakan dukungan berkenaan dengan prakarsa terkait.

        Presiden Ma Ying-jeou saat menerima kunjungan dari berbagai perwakilan yang hadir dalam forum “Diskusi hukum internasional dunia dan hukum hubungan internasional Amerika bidang penelitian Asia Pasifik 2015” di Istana Kepresidenan, menyampaikan bahwa dalam waktu beberapa tahun terakhir ini, Laut Selatan berada dalam kondisi yang tegang. Selain itu banyak negara terkait juga telah menambahkan pasukan pengamanan di kawasan tersebut. Untuk itu, maka sudah saatnya untuk segera mengeluarkan sebuah aksi jalan keluar untuk memecahkan ketegangan yang ada, yang dapat diterima oleh berbagai pihak. Seperti yang ditulis dalam media massa, pihak Amerika sendiri telah menyatakan dukungannya terhadap Prakarsa Perdamaian Laut Selatan yang diajukan oleh pihak Republik Tiongkok.

        Presiden Ma mengatakan, “Prakarsa Perdamaian Laut Selatan yang kami ajukan bukan hanya berupa sebuah slogan atau surat tertulis semata, namun karena berdasarkan pengalaman yang ada, dan prakarsa tersebut bertujuan untuk memecahkan permasalahan yang tengah dihadapi bersama.”

        Selanjutnya, Presiden Ma juga membantah kritik yang dilemparkan oleh khalayak umum, dan menegaskan bahwa prakarsa tersebut tidak ada hubungannya dengan pihak Daratan Tiongkok.

Presiden Ma mengatakan, “Ada pihak dari partai oposisi yang menyebutkan bahwa prakarsa tersebut hanya berupa paduan suara dengan pihak Daratan Tiongkok. Pandangan tersebut tidak beralasan sama sekali, karena prakarsa telah diajukan oleh pihak kami sejak tahun 1947, pihak Pemerintah Daratan Tiongkok sama sekali belum terbentuk. Mereka baru dibangun sejak tahun 1949. Untuk itu pandangan ini bukanlah pihak kami yang meniru, melainkan ditiru pihak Daratan Tiongkok.”

        Presiden Ma juga menyampaikan bahwa ada pihak dari partai oposisi yang mengajukan untuk melepas kedaulatan akan kawasan Laut Selatan. Dirinya juga tidak mengerti mengapa ada pihak yang memiliki pemikiran untuk melepaskan kedaulatan sebuah kawasan. Namun Ma juga berjanji akan mencoba untuk memahaminya.

Komentar

Terbarumore