History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kasus Ke-5 MERS Korea Ditemukan

  • 27 May, 2015
  • Editor
Kasus Ke-5 MERS Korea Ditemukan
Kasus Ke-5 MERS Korea Ditemukan

(Taiwan, ROC) – Syndorm Pernafasan Timur Tengah yang disebabkan oleh novel coronavirus (MERS-CoV) yang terjadi di Korea Selatan terus merebak, hari ini (27) kembali ditemukan kasus ke-5 dan untuk pertama kalinya ditemukan pada tubuh seorang dokter. Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit (CDC) menyampaikan, karena kasus ke-5 ini adalah sudah termasuk dalam daftar nama 64 orang-orang yang dipantau, sehingga hanya menyebar kepada orang-orang tertentu saja dan segera berobat, tidak sempat terjadi infeksi ke masyarakat, sehingga untuk sementara CDC belum memberikan peringatan kunjungan wisata ke Korsel.

CDC menyampaikan, penderita pertama ditemukan setelah 7 hari sekembali dari Timur Tengah dan sudah berkunjung ke 4 rumah sakit untuk berobat, penderita kali ini adalah dokter yang bertugas di rumah sakit yang ke-3. CDC akan terus memantau perkembangan epidemik wilayah itu, apabila dianggap perlu baru akan meningkatkan rambu kunjungan sebagai langkah pencegahan.

Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Chiang Been-huang (蔣炳煌) hari ini saat ditanya di komite kesejahteraan dan kesehatan Yuan Legisaltif menyampaikan, belum ada tanda-tanda menunjukan menjadi epidemik wilayah dan sudah meminta CDC untuk memantau perkembangan MERS, warga tidak perlu terlalu cemas.

Menteri menyampaikan : Saya sudah meminta CDC untuk memantau, jam 8:30 pagi kami sudah membuka rapat komando di 6 wilayah, untuk memperketat pemantauan di rumah sakit

Sampai saat ini WHO untuk sementara belum memutuskan untuk pengontrolan perbatasan serta wisata.

Selain itu, menanggapi adanya epidemik campak yang terjadi kepada karyawan Ever Rich cabang Neihu-Taipei, ia menjelaskan bahwa orang-orang yang seumurannya pernah terkena campak dan akan memiliki anti body untuk seumur hidup, walau generasi muda sudah suntik vaksin namun masih belum cukup sehingga harus disuntik lagi dan perlu dipantau lebih lanjut. Ia juga menuturkan, untuk kasus ini bila dibutuhkan pegawai boleh menyuntik vaksin, sampai saat ini masih dalam kendali menghimbau masyarakat untuk jangan terlalu panik.

Ia melanjutkan, walau kerja pemerintah membuka pasar negara berkembang sudah membuahkan hasil namun masih tetap harus menghadapi fenomena melesunya daya ekspor, Kemenko akan terus berupaya.

Komentar

Terbarumore