Sutradara Taiwan Hou Hsiao-hsien memenangkan hadiah sutradara terbaik dalam Festival Filem Cannes di Perancis pada hari Minggu (24/5) dengan filem silat pertamanya “The Assassin” (聶隱娘).
Ini adalah pertama kali Hou memenangkan hadiah sutradara terbaik dalam Festival Filem Cannes. Hadiah yang pertama dimenangkannya di sini adalah Hadiah Juri pada tahun 1993 dengan filemnya “The Puppetmaster” (戲夢人生).
“Saya sudah pernah datang ke Cannes tujuh atau delapan kali. Dimenangkannya hadiah sutradara terbaik adalah dorongan kuat bagiku,” demikian kata Hou melalui pidato saat menerima hadiah.
“Memroduksi filem bukan hal mudah. Yang lebih sulit lagi adalah bagaimana mencari uang untuk memroduksi filem. Untuk itu, terima kasih buat semuanya, buat kru saya, aktris Shu Qi (舒淇), aktor Chang Chen (張震) dan penulis skenario Chu Tien-wen (朱天文),” lanjut Hou.
Kemenangan pada hari Minggu ini membuat Hou sebagai sutradara Taiwan kedua yang memenangkan hadiah sutradara terbaik di Cannes. Almarhum sutradara Edward Yang (楊德昌) pernah memenangkan hadiah ini dengan filemnya “Yi Yi” (一一) pada tahun 2000.
“The Assassin” adalah salah satu dari 19 filem yang turut berkompetisi dalam Festival Filem Cannes 2015. Berlatar belakang Tiongkok di abad ke 9, filem ini mengisahkan cerita Nie Yinniang (聶隱娘), puteri seorang jenderal yang diculik oleh seorang biksuni ketika dia berusia 10 tahun dan kemudian dilatih menjadi seorang pembunuh.
Hou Hsiao-hsien, berusia 68 tahun, adalah salah satu sutradara yang memimpin gerakan filem “arus baru” di Taiwan pada tahun 1980an. Gerakan ini kontras sekali dengan filem kung-fu dan melodrama yang sangat populer satu dasawarsa sebelumnya.
Filem Hou yaitu “A City of Sadness” (悲情城市) adalah filem Taiwan pertama yang memenangkan Hadiah Singa Emas dalam Festival Filem Venice tahun 1989.