History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma Puji Keberhasilan Program Tionghwa Perantau Untuk Mengisi Kekosongan SDM

  • 22 May, 2015
  • Editor
Presiden Ma Puji Keberhasilan Program Tionghwa Perantau Untuk Mengisi Kekosongan SDM
Presiden Ma Puji Keberhasilan Program Tionghwa Perantau Untuk Mengisi Kekosongan SDM

(Taiwan, ROC) – Presiden Ma Ying-jeou pada hari Jumat tanggal 22 Mei saat menerima kunjungan rombongan mantan mahasiswa Tionghwa Perantau lulusan Taiwan asal Malaysia di Istana Kepresidenannya menyatakan bahwa saat dirinya menjabat sebagai Presiden, jumlah pelajar asal Malaysia hanya sekitar 4 ribu orang, namun kini jumlahnya mencapai lebih dari 13 ribu orang. Angka ini menempatkan Malaysia sebagai jumlah mahasiswa terbanyak ke dua yang melanjutkan studi di Taiwan, setelah Daratan Tiongkok. Keinginan para pelajar untuk melanjutkan studi di Taiwan bertambah sejak berlakunya program pengakuan sertifikat pendidikan di antara instansi pendidikan baik Taiwan maupun Malaysia, yang di tandatangani pada tahun 2012.

Presiden Ma menyampaikan bahwa program untuk para pelajar Tionghwa Perantau adalah program yang terbilang sukses. Ma menegaskan bahwa program tersebut memiliki arti yang sangat penting. Untuk itu pemerintah sendiri sejak Juli tahun 2014, telah memperlonggar kriteria yang diterapkan bagi para pelajar Tionghwa Perantau yang ingin melanjutkan studi di Taiwan. Hal ini dilakukan agar dapat turut mengisi kekosongan sumber daya manusia yang ada di Taiwan.

Presiden Ma mengatakan, “Kini kami juga telah memperlonggar persyaratan bagi para pelajar Tionghwa Perantau jika ingin melanjutkan karir di Taiwan, diharapkan semakin banyak orang yang turut berpartisipasi dalam pembangunan di Taiwan. Sejak bulan Juli tahun lalu, kami telah mencanangkan program kelanjutan karir pelajar Tionghwa Perantau di Taiwan, dengan menggunakan metode penilaian dan prosentase. Jika sebelumnya kami hanya mengijinkan kelanjutan karir di Taiwan jika memenuhi persyaratan gaji minimum NT$ 34 ribu. Kini kami akan menggunakan metode yang lain, sehingga lebih rasional dan lebih baik lagi.”

Presiden Ma Ying-jeou menjelaskan bahwa rombongan pertama pelajar asal Daratan Tiongkok yang akan lulus pada bulan Juni mendatang, memiliki pengetahuan yang cukup tentang Taiwan, sehingga banyak perusahaan milik pengusaha antar selat yang menginginkan pelajar lulusan seperti yang akan segera dihasilkan. Ini juga merupakan sebuah bentuk keberhasilan tambahan positif, yang sebelumnya tidak dipikirkan dalam pelaksanaan program studi bagi pelajar asal Daratan Tiongkok di Taiwan.

Selain itu, Ma juga menyampaikan bahwa Malaysia adalah anggota dari ASEAN. Dan kini ASEAN sendiri tengah mendorong terbentuknya Kerjasama Ekonomi Komprehensif Regional atau RCEP. Taiwan sendiri juga berharap dapat turut serta menjadi anggota RCEP. Selain itu Taiwan juga terus mencoba turut serta bergabung dalam keanggotaan Kesepahaman Kerjasama Trans Pasifik atau TPP.

Komentar

Terbarumore