(Taiwan, ROC) – Presiden Ma Ying-jeou pada hari Jumat tanggal 22 Mei saat menerima kunjungan rombongan Tionghwa Perantau asal Amerika, menyampaikan bahwa selama dirinya menjabat sebagai Presiden, terus mengupayakan kesejahteraan bagi masyarakat Taiwan, perdamaian antar selat dan hubungan baik di dunia internasional.
Presiden Ma menyebutkan bahwa iklim ekonomi Taiwan terus mengalami perbaikan dalam beberapa tahun terakhir ini, dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 3,74%. Angka ini telah menjadikan Taiwan menjadi urutan teratas dibandingkan dengan 3 negara lain yang dijuluki sebagai 4 Naga Kecil. Untuk kwartal pertama tahun ini, Taiwan juga terus berada di posisi teratas, khususnya dalam hal pengurangan angka pengangguran, situasi perekonomian makro yang baik. Tetapi tentu saja Taiwan akan mengalami berbagai kendala dan halangan di tahun ini, sehingga pemerintah akan tetap bersikap kritis untuk mengantisipasinya.
Dalam hubungan antar selat, Presiden Ma mengatakan bahwa dengan berlandaskan Konsensus 92, maka mampu mendorong terciptanya perdamaian antar selat yang membawa perkembangan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Kedua belah pihak juga telah menandatangani 21 kesepahaman, membuka jalur penerbangan langsung, membuka pintu bagi para wisatawan Daratan Tiongkok ke Taiwan dan lain sebagainya. Hal ini juga telah mendapat pengakuan dunia internasional. Sehingga masyarakat Taiwan mampu melakukan kunjungan ke 142 negara di dunia dengan bebas visa. Boleh dikatakan, masyarakat Taiwan tidak perlu mengajukan visa untuk berkunjung ke negara lain di dunia.
Presiden Ma mengatakan, “Dalam hubungan internasional, karena kami menggunakan sistim yang berbeda antar selat, maka dunia internasional juga menyatakan dukungannya. Sebelum kami menjabat dalam kursi pemerintahan, Republik Tiongkok hanya memiliki kebebasan visa masuk di 54 negara. Namun kini telah bertambah sebanyak 88 negara, sehingga berjumlah total 142 negara. Pertambahan ini sangat banyak, dan boleh dikatakan warga Taiwan dapat berkunjung ke hampir 98% negara yang ada di dunia dengan bebas visa.”
Selain itu, Presiden Ma menambahkan bahwa sikap pemerintah dalam menyelesaikan tugas yang berhubungan dengan antar selat, memiliki makna yang sangat berarti. Sejak Taiwan melepaskan keanggotaan dari PBB di tahun 1971, kini setidaknya Taiwan masih memiliki kesempatan untuk menjadi anggota dalam organisasi kesehatan internasional atau WHO, organisasai penerbangan sipil internasional atau ICAO, dan lain sebagainya. Ini adalah hal yang sangat penting bagi Taiwan, dan ia menyatakan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas dukungan yang diberikan oleh Tionghwa Perantau kepada Taiwan selama ini.