History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Output Manufaktur Q1 -3,87% Baru Kembali Menghangat di Q3

  • 19 May, 2015
  • Editor

(Taiwan-ROC) Direktorat Jenderal Budjet Akuntansi dan Statistik(DGBAS), hari ini (19/5) mengumumkan data statistic output manufaktur kwartal pertama, dipengaruhi oleh menurunnya harga minyak, output produksi bahan baku kimia mengalami penurunan sebesar 22%, peningkatan minus yang telah berlangsung selama 3 bulan berturut-turut, secara keseluruhan output manufaktur kwartal pertama tahun ini berkurang 3,87% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan data statistik, meskipun harga minyak dunia perlahan-lahan kembali stabil, tetapi harga minyak dunia berada dititik paling rendah pada bulan Agustus tahun lalu, untuk dapat memulihkan kembali penampilan outpur manufaktur bahan kimia harus menunggu sampai kwartal ke 3, dan ini akan secara bertahap mempengaruhi output manufaktur secara keseluruhan

 

DGBAS tanggal 19 Mei mengumukan data statistik output manufaktur untuk kwartal pertama 2015 dengan nilai sebesar NTD 3,2717 trilliun,- berkurang 3,87% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, merupakan pengurangan pertama sejak tahun 2013, penyebabnya adalah menurunnya harga minyak dunia, sehingga output produksi bahan dasar kimia menyusut, membuat selama 3 bulan berturut-turut output produksi bahan kimia mengalami penurunan.

 

Wakil kepala DGBAS, Yang Kuei-xian (楊貴顯) menyampaikan, produk minyak bumi dan batu bara pada kwartal pertama turun drastis 40%, bahan baku kimia juga mengalami penurunan 22%, kedua unsur ini yang menjadi penyebab turunnya output manufaktur kwartal pertama, tetapi untuk penampilan industri komponen elektronik, industri mesin dan lainnya cukup gemilang.

 

Sehubungan dengan harga minyak dunia mencapai titik paling rendah pada bulan Agustus 2014 dan hingga April 2015 perlahan-lahan stabil dengan harga USD60/barrel, DGBAS memperkirakan untuk dapat memulihkan tingkat output produksi bahan kimia, harus menunggu hingga kwartal ke 3. Yang Kuei-xian mengatakan : Harga minyak dunia mulai April perlahan-lahan naik, saat ini terlihat stabil, setiap barrel berkisar USD60,-. Pada bagian profit dan jumlah produksi lebih tidak berpengaruh besar, untuk itu setelah perlahan-lahan memperbaiki harga, pada kwartal ke 3 atau ke 4 baru akan meningkat

 

Untuk harapan output manufaktur kwartal ke 2, DGBAS mengemukakan, kunci utama adalah unsur harga minyak dunia, ditambah dengan saat ini harga produk logam juga tidak terlalu baik, selain itu eksport domestik juga terus menurun, merupakan tantangan bagi pertumbuhan kwartal ke 2; tetapi karena harga minyak dunia kembali stabil, output manufaktur sudah tidak lagi menurun drastis.

Komentar

Terbarumore