History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Hukum Sektor Perikanan Filipina Semakin Ketat, Kedubes Taiwan Untuk Filipina Himbau Nelayan Taiwan Agar Tidak Melanggar

  • 19 May, 2015
  • Editor
Hukum Sektor Perikanan Filipina Semakin Ketat, Kedubes Taiwan Untuk Filipina Himbau Nelayan Taiwan Agar Tidak Melanggar
Kasus kapal nelayan Sheng Feng nomor 12

(Taiwan, ROC) – Agar nelayan Taiwan semakin memahami peraturan perikanan Filipina, kantor perwakilan Republik Tiongkok di Filipina menata aturan sektor perikanan Filipina terkait, kemudian diemail ke instansi terkait dalam kemenlu, diharapkan informasi ini dapat diperluas sehingga tidak terjadi kembali masalah persengketaan nelayan.

  

Pada paruh awal bulan Mei, kapal nelayan berbendara Taiwan, Sheng Feng nomor 12 ditahan di perairan Filipina, kemudian ditebus sebesar 50.000 dolar Amerika agar dibebaskan. Kapten kapal, Hung Tian-ting(洪添丁) mengatakan bahwa dirinya tidak jelas dengan hukum aturan Filipina, namun pada awal sebelumnya kantor perwakilan Taiwan setempat yang sudah menyampaikan informasi aturan tersebut kepada instansi terkait. Tahun lalu Uni Eropa mengutuk masalah perlindungan dari pemerintah Filipina terhadap nelayan sangat minim, bahkan mengeluarkan rambu peringatan kuning, untuk menghindari dikenakan sanksi, pada tahun lalu bulan Oktober Filipina merevisi aturan perikanan tahun 1998, mempertegas sanksi hukuman dengan aturan baru yang telah diloloskan pada bulan Februari tahun ini kemudian bulan Maret secara resmi diberlakukan.

Berdasarkan aturan baru, jika ada kapal nelayan asing berada di perairan Filipina akan diasumsi melakukan penangkapan ikan secara ilegal: saat berlayar masih terlihat alat penangkapan ikan dioperasikan, lokasi pemancingan melanggar rute pelayaran, tanpa sepengetahuan instansi berwewenang di Filipina, kapal yang belum teridentifikasi serta tidak mengibarkan benderanya.

Dengan aturan bari ini, jika diasumsikan sebagai pelanggaran memancing secara ilegal, maka nelayan perlu memberikan bukti bantahan dan pernyataan tidak bersalah, jika tidak maka akan dikenakan sanksi walaupun demikian bukti yang diajukan juga tidak mudah untuk diproses.

  

Berdasarkan aturan baru, jika melanggar aturan penangkapan ikan ilegal maka akan dikenakan sangsi senilai 600 ribu hingga satu juta dolar Amerika, jika terbukti bersalah dalam proses pengadilan maka pada pelanggar dapat dikenakan sanksi sebesar 1,2 juta dolar Amerika dan kapal termasuk segala peralatannya akan disita.

  

Kantor perwakilan Republik Tiongkok di Filipina menghimbau agar nelayan Taiwan dapat mematuhi aturan ini, jangan hanya berpikiran tidak merugikan ataupun masalah perairan kawasan tumpang tindih, hal tersebut perlu diperhatikan agar terhindar dari sanksi berat maupun hukuman penjara.

Komentar

Terbarumore