(Taiwan, ROC) - Art Revolution Taipei 2014 digelar mulai hari Kamis tanggal 17 April hingga 20 April mendatang di World Trade Centre Taipei, memamerkan lebih dari 2000 karya dari 280 seniman yang datang dari 48 negara. Dengan berfokus “Seniman” sebagai poros, selama 3 tahun terakhir ini, pengelaran forum revolusi seni rata-rata mencapai 90 %, tingkat hasil yang tinggi dan mendapat keyakinan dari seniman maupun kolektor seni.
Forum tahun ini dengan tema “Kesan – Kontemporer” memberikan terobosan bagi dunia. Seniman Lee Sun Don mengemukakan, impresionisme merupakan trend yang dapat disukai oleh khalayak umum, Claude Monet, Vincent Willem van Gogh dengan karya seni ternamanya disukai oleh masyarakat biasa, tetapi bagaimana impresionisme dapat menerobos teknik tradisional, ini merupakan suatu tantangan yang besar. Dalam pameran kali ini diharapkan para seniman dapat menciptakan seni kontemporer baru.
Lee Sun Don menyampaikan, pada dasarnya seni adalah bebas dan terobosan, menerobos diri sendiri, untuk itu kami menetapkan tema ini bagi dunia seni global, dapat dikatakan ini sebagai tantangan. Anda dapat berkretivitas, anda dapat memiliki semangat impresionisme, tetapi harus dengan menggunakan pendekatan kontemporer. Ide-ide baru kontemporer, manifestasi baru kontemporer bahkan media baru kontemporer, semua ini merupakan suatu tantangan.
Dalam pameran tahun ini, selain seniman dari Amerika, Eropa dan Asia, adapula seniman dari Kenya, Morocco, Bhutan, Nepal, Pakistan dan karya-karya dari seniman berbagai negara yang menampilkan keragaman kreativitas budaya seni. Pada kegiatan pameran ini juga mengundang mantan presiden ROC Lee Deng-hui, walikota New Taipei, Eric Chu, artis Ceiling Lin, May Day untuk meramaikan kegiatan penjualan amal, NTD1000 disumbangkan pada yayasan social Sunshine (Sunshine Social Welfare Foundation) setiap sebingkai lukisan yang terjual.