History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma: Mencari Sumber Pemalsuan Label, Impor Produk Pangan Jepang Segera Dibuka

  • 18 May, 2015
  • Editor
Presiden Ma: Mencari Sumber Pemalsuan Label, Impor Produk Pangan Jepang Segera Dibuka
Presiden Ma: Mencari Sumber Pemalsuan Label, Impor Produk Pangan Jepang Segera Dibuka

(Taiwan-ROC) Sejak Taiwan memberlakukan sistem pengendalian impor pangan dari Jepang yang baru, ini menjadi perhatian dari pemerintah Jepang. Presiden ROC, Ma Ying-jeou, pada hari Senin tanggal 18 Mei, saat merayakan tahun ke 7 beliau menjabat sebagai presiden, dalam jamuan teh bersama dengan media mengatakan, sebagian impor pangan dari Jepang menggunakan label palsu, ini bukan masalah ilmiah, melainkan masalah hukum, sudah pasti sistem yang diberlakukan ini bukan sengaja mempersulit Jepang atau ingin merusak hubungan Taiwan dan Jepang, diharapkan kedua belah pihak dapat secepatnya bekerja sama, mencari sumber pemalsuan label, sehingga dapat membuka lembaran baru lagi.

Guna memperketat keamanan pangan, sejak musibah gempa dahsyat Jepang 11 Maret 2011, Taiwan melarang impor pangan dari 5 kota dan kabupaten dari daerah bencana Fukushima, pada akhir Februari tahun ini, kembali adanya kasus pemalsuan label, untuk itu Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan ROC, sejak tanggal 15 Mei 2015 diberlakukan peraturan baru, dimana semua produk makanan yang diimpor dari Jepang harus melampirkan surat dokumen tempat produksi, dan untuk daerah khusus juga harus melampirkan bukti kandungan radiasi yang aman, dan produk makanan dari 5 kota dan kabupaten Fukushima tidak diperkenankan masuk Taiwan.

Sejak diberlakukannya sistem keamanan pangan impor Jepang yang baru ini, menarik perhatian media dan pemerintah Jepang. Presiden Ma Ying-jeou pada kesempatan jamuan teh bersama media sekali lagi mengemukakan, apabila masalah pemalsuan label tidak diperiksa secara jelas, membuktikan dokumen tempat produksi Jepang tersebut benar atau palsu, nantinya tidak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum ke komite nasional. Untuk itu kedua belah pihak harus mempercepat langkah untuk mencari sumber pemalsuan label, tidak ada alasan kalau ini mempersulit atau merusak hubungan Taiwan dan Jepang.

Presiden Ma menyampaikan, cara yang paling nyata adalah instansi kedua belah pihak secepatnya melakukan kerja sama untuk melakukan penyelidikan, mencari sumber asal pembuatan label palsu, tidak menutup kemungkinan untuk memulai kembali lembaran baru, ini merupakan kebijakan jangka pendek, berharap instansi terkait dari pihak Jepang dapat bekerja sama dengan Taiwan, secepatnya menyelesaikan masalah ini.

Komentar

Terbarumore