Jakarta (ANTARA/RTI) - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) menyiapkan varietas sayuran unggul guna mengantisipasi dampak perubahan iklim.
Kepala Balitsa Liferdi Lukman di Bandung, mengatakan hasil penelitian dari negara-negara maju menunjukkan bahwa perubahan iklim dapat menurunkan produksi dan kualitas hasil secara signifikan.
Intensitas hujan tinggi merupakan salah satu gejala perubahan iklim, yang mana pada bulan Desember 2013 dan Januari 2014 curah hujan cukup tinggi hingga 633 mm/hari. Penurunan produksi tersebut, lanjutnya, dikhawatirkan membuka peluang impor terutama komoditas sayuran. Oleh sebab itu, tambahnya, inovasi teknologi harus dikembangkan guna mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh perubahan iklim. Liferdi menyatakan, teknologi inovatif sayuran untuk antisipasi perubahan iklim sudah siap dikembangkan.