(Taiwan – ROC) Beberapa waktu ini Amerika Serikat kembali diserang wabah epidemik flu unggas terburuk sejak tahun 1980, sejak Desember tahun lalu hingga saat ini sudah ada 10 lebih negara bagian yang dilaporkan terjangkit virus H5 yang menyerang unggas liar dan ayam, epidemik flu burung menyebar dengan cepat, sudah ada 10 lebih negara bagian yang dinyatakan terjangkit, setidaknya sudah membasmi 30 juta ekor unggas.
Ketua Biro Inspeksi dan Karantina Hewan dan Tumbuhan (BAPHIQ), Chang Su-xian menyampaikan, virus flu unggas yang merebak di AS serupa dengan Taiwan, yaitu virus H5N8 dan H5N2, penyerangan virus ini sangat kuat, pada musim dingin burung-burung terbang ke selatan dengan membawa virus ini, dan pada bulan April-Mei terbang balik ke utara, kembali membawa virus, mengakibatkan semakin meluasnya wabah flu unggas di AS.
Chang Su-xian juga menegaskan, saat ini Taiwan masih dalam tahap pencegahan flu burung, untuk itu Taiwan telah melarang keras impor produk daging unggas dari 15 negara bagian di AS, apabila wabah ini terus merebak di AS, tidak menutup kemungkinan akan melarang impor dari seluruh AS. Chang Su-xian mengatakan: pada negara bagian mana terjangkit, maka kami melarang impor semua produk daging dan terkait dari hewan negara bagian ini, tentu saja tidak menutup kemungkinan apabila epidemik semakin meluas sehingga kami mungkin akan mempertimbangkan larangan impor dari semua negara bagian, tetapi saat ini larangan kami berlakukan satu per satu negara bagian, apabila terjadi di salah satu negara bagian, kami akan segera mengeluarkan larangan masuk dari negara bagian tersebut.
Meluasnya epidemik flu burung di Amerika Serikat, sehingga Taiwan mengeluarkan larangan impor produk unggas dari Amerika Serikat, hal ini menimbulkan kekhawatirkan naiknya harga daging ayam domestic. Tetapi Ketua Dinas Peternakan, Dewan Pertanian, Chang Zhong-ru hari ini (15/5) menyampaikan, berhubung pada bulan Januari lalu flu unggas sempat mewabah di Taiwan, sehingga pemesanan impor unggas AS lebih banyak dibandingkan tahun lalu, diperkirakan persediaan yang ada dapat memenuhi kebutuhan hingga 3 bulan berikutnya; selain itu juga akan mengusahakan penambahan negara pengimpor untuk memenuhi kebutuhan.
Berdasarkan data statistik Dewan Pertanian, dalam 1 tahun, impor daging ayam putih dari Amerika sebanyak 140 ribu ton, tetapi untuk tahun ini, sejak awal tahun hingga bulan Mei saja sudah mengimpor 70 ribu ton, lebih banyak dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, untuk itu segera mengeluarkan larangan impor daging unggas dari AS, tetapi melihat dari jumlah impor yang ada sekarang ini, dapat memenuhi kebutuhan pasar hingga 3 bulan berikut. Dinas Peternakan juga menegaskan, masa inkubasi memerlukan waktu sekitar 5-6 minggu, untuk itu harus meningkatkan persediaan agar dapat memenuhi kebutuhan pasar.