(Taiwan, ROC) – Presiden Republik Tiongkok (ROC), Ma Ying-jeou pada hari Kamis tanggal 14 Mei ketika menerima kunjungan dari Delegasi Tionghua Perantau dari San Francisco, Amerika Serikat, menyampaikan, Tionghoa Perantau memiliki sejarah yang panjang, pada masa perang revolusi Dr. Sun Yat Sen, memberikan banyak bantuan, juga memberikan dukungan bagi kebijakan pemerintah setelah tangan pemerintahan beralih ke Taiwan, untuk itu beliau sangat berterima kasih; Presiden Ma mengemukakan, ia berupaya keras mempromosikan perkembangan hubungan damai antar selat Taiwan, memperluas hubungan dengan negara lain dan berharap warga Tionghoa baik dalam dan luar negeri memiliki satu hati, dengan demikian negara baru memiliki harapan.
Presiden Ma Ying-jeou pada hari Kamis tanggal 14 Mei menerima kedatangan 4 perkumpulan Tionghoa Perantauan dari Amerika Serikat, menyampaikan, 4 perkumpulan Tionghoa Perantauan ini semua memiliki sejarah panjang ratusan tahun, tidak saja memberikan dukungan bagi gerakan revolusi Dr. Sun Yat Sen, begitu pula pada masa peperangan melawan Jepang, terhadap sumbangsih besar yang diberikan ini kepala negara menyampaikan sangat berterima kasih.
Presiden Ma mengatakan, “Bapak Negara untuk modal revolusi, pada tahun 1911 mendirikan Biro Kenaikan Penggantian Hong, untuk mengalang dana bagi prajurit, meminta anggota liga untuk bergabung dalam kelompok relawan, pada saat itu dukungan dari Perantauan Tionghoa memiliki arti sangat penting bagi Bapak Negara ; tidak saja untuk revolusi, tetapi juga bagi perang melawan Jepang, banyak Perantau Tionghoa yang mengeluarkan uang untuk membantu perang, tahun ini merupakan tahun ke 70 kemenangan perang, kami secara khusus mengenang jasa mereka.”
Presiden Ma juga kembali mengenang, San Francisco merupakan kota pertama dimana ia tinggal paling lama di Amerika Serikat, pada tahun ketiga duduk di bangku kuliah, dengan status sebagai pelajar ia turut dalam perencanaan senat Amerika Serikat, selama di San Francisco ia melihat kegiatan anti perang dari pelajar universitas Berkeley, Stanford, serta kampanye mahasiswa Hongkong dan Taiwan yang berada di tempat tersebut, hal ini memberikan kesan yang sangat mendalam, setelah kembali ke Taiwan turut berpartisipasi dalam kampanye pulau Diaoyutai Taiwan; untuk itu ia baru mengangkat insiatif perdamaian laut timur, berharap dengan cara damai dapat menyelesaikan persengketaan yang ada
Presiden Ma juga menyampaikan, setelah ia menjabat sebagai presiden, ia berupaya keras bagi perkembangan perdamaian antar selat, hal ini tidak saja semakin mengakrab hubungan antar selat, hubungan Taiwan dengan dunia luar juga mengalami perbaikan besar. Presiden menyampaikan, ia berharap dapat membuka Taiwan, agar Taiwan dapat menjalin persahabatan dengan negara-negara dunia, bersama-sama membangun dan berkembang.