(Taiwan, ROC) – Beberapa saat yang lalu, angkatan bersenjata Filipina bersama dengan media massa berkunjung ke pulau Pag-Asa di perarian Laut Selatan untuk menyerukan kedaulatan atas pulau itu. Kementerian Luar Negeri (MOFA) Republik Tiongkok Rabu ini (13) menyampaikan, kedaulatan Republik Tiongkok atas kepulauan Spartly dan perairannya tidak dapat diragukan, setiap pihak seharusnya menghindari aksi yang dapat mempengaruhi perdamaian dan stabilisasi.
Jenderal Angkatan Bersenjata Filipina Gregorio Pios Catapang tanggal 11 Mei yang lalu memboyong beberapa wartawan berkunjung ke pulau itu dan menyampaikan, bahwa ini adalah kunjungan perpisahan sebelum ia pensiun dan berharap melalui aksi ini menyerukan bahwa pulau Pag-Asa adalah milik Filipina.
Menghadapi aksi sepihak Filipina, Juru Bicara MOFA Kao Anna meyerukan, dari sejarah, letak geografis atau hukum internasional, Republik Tiongkok berdaulat atas darat dan air di perairan kepulaan Spartly, Kepulauan Xisha, Kepulauan Zhongsha, Kepulauan Dongsha dan Republik Tiongkok memiliki hak internasional, ini tidak perlu diragukan lagi.
Ia menuturkan, pemerintah Republik Tiongkok menyerukan, setiap pihak yang berada di wilayah tersebut harus menjunjung tinggi prinsip dan semangat yang ada pada konsitusi dan Konvensi Undang-Undang Kelautan PBB, menghindari aksi yang dapat mempengaruhi perdamaian dan stabilisasi regional perairan laut Selatan.
MOFA menegaskan, pemerintah menjunjung tinggi prinsip dasar “Berdaulat, Menghindari Pertikaian, Perdamaian Yang Saling Menguntungkan, Mengeksplorasi Bersama” untuk bersama-sama mengelola sumber alam di perairan Laut Selatan. Republik Tiongkok bersedia turut serta melakukan dialog dan kerjasama dengan pihak terkait, dengan cara perdamaian untuk menyelesaikan pertikaian, dengan menjaga perdamaian dan stabilisasi regional untuk mendororong pengembangan regional.