History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Komunike Daratan Tiongkok-Belarusia Membuat Kemenlu Bersedih Hati

  • 12 May, 2015
  • Editor

(Taiwan, ROC) – Presiden Daratan Tiongkok, Xi Jing-ping pada tanggal 10 Mei mengunjungi Belarusia. Ia bersama dengan presiden Belarusia, Alexander Lukashenko saling berjanji akan mengembangkan dan memperdalam kemitraan strategis komprehensif, dalam pernyataan bersama tersebut juga menyebutkan bantahan terhadap segala bentuk kedaulatan Taiwan. Belarusia berjanji tidak akan melakukan hubungan diplomatik dengan Taiwan, dan tidak menyetujui Taiwan bergabung dengan organisasi internasional maupun regional serta tidak akan menjual perlengkapan amunisi kepada Taiwan.

  

Dalam hal ini, kemenlu Republik Tiongkok pada tanggal 11 Mei malam hari menyampaikan, pada tahun 2007 perdana menteri Daratan Tiongkok Wen Jia-bao saat melakukan kunjungan ke Belarusia, tahun 2013 presiden Belarusia yang berkunjung ke Daratan Tiongkok, keduanya menandatangani komunike yang menyebutkan menentang Taiwan menjadi bagian dari kemitraan internasional maupun regional, hingga tahun ini pernyataan tersebut diulang kembali, menunjukkan Belarusia menjalin keakraban dengan Daratan Tiongkok, namun pernyataan demikian memberikan pengaruh buruk bagi Taiwan, kemenlu Republik Tiongkok merasa sangat sedih.

 

Kemenlu menegaskan, Republik Tiongkok adalah negara berdaulat yang bebas dan demokratis, sesuai dengan kehendak rakyatnya berhak untuk mengajukan negaranya untuk bergabung dengan organisasi internasional, berpegang dengan cara demikian, maka pandangan negara lain tidak akan mempengaruhi.

 

Kemenlu mengatakan, setelah Rusia terbagi, Republik Tiongkok pernah menempatkan kantor perwakilan di Belarusia, oleh karena urusan di perwakilan sangat minim, maka diputuskan untuk ditarik kembali pada tahun 2005, segala urusan dialihkan ke kantor perwakilan Republik Tiongkok di Rusia. Mengenai apakah Taiwan dan Belarusia memiliki kerjasama jual beli senjata? Mantan kepala perwakilan Republik Tiongkok di Belarusia, Jiang Shu-yi(姜書益) mengatakan: “mustahil, sama sekali hal ini tidak pernah terjadi.”

Komentar

Terbarumore