(Taiwan, ROC) – Presiden Republik Tiongkok Ma Ying-jeou (馬英九) tanggal 8 Mei yang lalu menerima wawancara eksklusif Wall Street Journal (WSJ) dan sudah diterbitkan lewat situs dan media cetak.
Semenjak tahun 2008, Presiden Ma telah menerima wawacara resmi 3 kali yaitu pada tahun 2009, 2011 dan 2015. Selain itu pada pada tahun 2008, 2009, 2012 dan 2014 diwawancara oleh New York Times.
Dalam wawancara yang dilakukan langsung oleh Editor WSJ Paul Beckett dan kepala kantor WSJ cabang Beijing Charles Hutzler, presiden menegaskan soal hubungan antar selat, menoleh kembali 7 tahun ini, kebijakan Taiwan selain tepat dan seharusnya dilanjutkan, siapapun partai yang akan berkuasa.
Ma menuturkan, kebijakan yang sedang Taiwan gerakan terutama hubungan antar selat adalah sangat penting, jangan diremehkan atau melakukan perubahan yang terlalu besar. Selama 7 tahun ini, kami memperbaiki hubugan antar selat, lingkungan internasional juga membaik, ini adalah hasil yang harus kita hargai.
Beliau kembali menegaskan, pentingnya hubungan Taiwan dengan Amerika, kebanyakan negara di Asia Pasifik mendukung kebijakan “Penyeimbangan Kembali Asia Pasifik”, Taiwan siap menerima upgrading pesawat tempur F-16 A/B yang dimiliki saat ini, mengenai pembelian kapal selam bertenaga diesel-listrik akan menggunakan cara 2 jalur, selain produksi dalam negeri dengan mengembangkan teknologi pembuatan juga tidak menutup kemungkinan untuk membeli dari luar.