(Taiwan-ROC) Dipengaruhi melambannya pertumbuhan ekonomi Australia, Daratan Tiongkok dan ASEAN ditambah dengan turun terusnya harga minyak dunia, eksport Taiwan untuk bulan April lalu mengalami penurunan sebesar 10%, berkaitan dengan ini, Kementerian Ekonomi menyampaikan, akan lebih agresif menanggapinya, selain melakukan survei pasar ekspor, juga akan mengamati cara kerja utama terkait produk ekspor.
Kementerian Keuangan pada tanggal 8 Mei mengumumkan data bea cukai dan ekspor impor, untuk ekspor mengalami penurunan sebesar 11,7%, sedangkan impor berkurang 22,1%, angka ini menunjukkan penurunan ekspor selama 3 bulan berturut-turut dengan angka penurunan yang semakin besar.
Kementerian Ekonomi lebih lanjut menguraikan perbandingan ekspor impor dengan beberapa negara penting lainnya yang juga mengalami situasi kurang menyenangkan, seperti Singapura, Amerika Serikat dan Jepang, 3 negara yang berpengaruh besar bagi perekonomi global ini juga mengalami penuruan ekspor, Singapura berkurang 7,3%, AS 6,1% dan Jepang berkurang sebesar 7,8%. Untuk ekspor Korea dan Daratan Tiongkok mengalami penurunan 8,4% dan 6,4%.
Kementerian ekonomi menjelaskan, dipengaruhi terus menurunnya harga minyak dunia, sehingga ekspor produk tambang, kimia, plastik dan lainnya mengalami penurunan berturut-turut sebesar 48,6%, 16,7% dan 15,8%, ini menjadi unsur memburuknya penampilan ekspor Daratan Tiongkok dan negara-negara ASEAN.
Berdasarkan Dana Moneter Internasional (IMF) yang pada tanggal 5 Mei lalu mengumumkan harapan perkembangan ekonomi kawasan Asia menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Daratan Tiongkok dan Jepang lebih rendah dari yang diperkirakan, sehingga pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Pasifik akan lebih rendah dari situasi sebelum adanya krisis ekonomi global, kemenkeu prihatin ini akan berpengaruh pada pergerakan ekspor Taiwan.