(Taiwan, ROC) – Penyanyi yang sangat disanjungi oleh perantauan Tionghua, Teresa Teng, 20 tahun yang lalu pada tanggal 8 Mei meninggal dunia saat berada di salah satu hotel di Chiangmai, Thailand, kejadian ini menjadi memori kenangan yang tidak pernah terlupakan bagi sebagian besar penggemarnya, termasuk wilayah pemukiman warga Tionghoa di Thailand hingga hari ini tetap mendengar lagu-lagunya.
Chiangmai, Thailand menjadi lokasi yang memberikan rasa sedih bagi penggemar Teresa Teng, Chiangmai merupakan kota terbesar ke-2 Thailand yang menjadi tempat diminati sebagian besar kelompok manula warga Eropa untuk menghabiskan masa tuanya, tempat ini dipilih karena selain dari cuaca dan wilayah pegunungan hampir serupa dengan Eropa, pada masa tersebut, Teresa Teng juga menyukai tempat ini, disebutkan bahwa cuaca yang sangat cocok untuk melewati masa hidup yang sederhana.
Walaupun telah berlalu selama 20 tahun lamanya, bagi warga perantauan Tionghua di Thailand tetap berkesan dengan tembang kenangan Teresa Teng. Bahkan toko musik di pemukiman Tionghua di Bangkok juga masih menjual albumnya, kegiatan di masa perayaan musim semi selalu memutar lagu-lagu Teresa Teng, di sepanjang kaki lima juga menjual CD bajakan album Teresa Teng, ini menandakan kharisma Teresa Teng masih tetap hidup di tengah masyarakat Thailand