(Taiwan-ROC) Biro Pelestarian Lingkungan hari ini(5) mengemukakan, Taiwan tidak memiliki tambang hasil bumi, tetapi dibanyak sumber daya mineral dari berbagai negara berada disekitar kita, seperti telepon gengam, kamera digital, notebook, LCD TV dan produk lainnya yang mengandung emas, perak, platinum dan elemen lain dalam produk-produk tersebut.
Berdasarkan data statistik United Nation University (UNU), limbah eletronik dari seluruh dunia mencapai 41,8 juta ton, diperkirakan dari limbah mengandung 300 ton emas, 1000 ton perak dan 100 ton platinum, yang mana nilai keseluruhnya mencapai NTD1,6 trilliun. Karena limbah elektronik dunia setiap tahunnya bertambah 5%, UNU memperkirakan hingga tahun 2018 nanti, jumlah limbah elektronik mencapai 49,80 juta ton, apabila limbah kimia terkait ditangani dengan hati-hati, maka akan mampu menciptakan manfaat yang luar biasa.
Kepala Kantor Pengelolaan limbah, Biro Pelestarian Lingkungan, Wu Sheng-zhong(吳盛忠) menunjukkan, tahun lalu pemasukan limbah dari barang elektronik sebanyak 140 ribu ton, diantaranya untuk limbah dari ponsel saja, biro pelestarian lingkungan memperikrakan, setiap tahunnya masyarakat Taiwan membuang 1,8 juta ponsel, dari setiap 20 ribu ponsel diperkirakan mengandung 1 kg emas yang memiliki nilai sebesar lebih dari NTD100 juta, inilah yang disebut sebagai kota sumber tambang mineral. Wu Sheng-zhong mengatakan : daur ulang limbah elektronik dapat menghasilkan berbagai mineral berharga, bahkan menghasilkan emas, barang-barang ini bukan masalah harganya, melainkan dapat dikatakan sebagai sebuah sumber, dibeberapa negara ada yang harus bergantung pada daur ulang, jika tidak, tidak dapat membeli bahan baku tersebut, ini adalah kepentingannya, yang kadang-kadang ini menjadi strategis lokasi.
Biro Pelestarian Lingkung menginggatkan masyarakat untuk memperhatikan limbah elektronik, meningkatkan kesadaran akan sampah daur ulang, dengan melakukan pemilahan sampah, dengan demikian juga dapat mengurangi sampah dan mencapai sasaran daur ulang sumber daya.