(Taiwan, ROC) – Dewan Ujian Masuk Universitas tengah mendiskusikan kemungkinan penggabungan ujian umum dan ujian mata pelajaran khusus, sehingga dapat dilaksanakan usai ujian akhir kelulusan pelajar SMA pada bulan Juni.
Anggota Legislator Jiang Nai-hsin pada hari Rabu tanggal 6 Mei dalam rapat interpelasi Yuan Legislatif menyebutkan bahwa pada tahun ini telah terdapat sebanyak 70% siswa pelajar SMA kelas 3 yang masuk ke dalam universitas melalui sistim pengajuan. Ada pihak SMA yang melakukan pembenahan ulang terhadap siswanya yang berada di kelas 3 menjadi 2 bagian, yakni kelas yang dipastikan masuk ke dalam universitas dan kelas yang diharuskan mengikuti ujian mata pelajaran khusus terlebih dahulu. Jiang menghimbau kepada Kementrian Pendidikan untuk dapat melakukan pengunduran pelaksanaan program penggabungan ujian tersebut, agar dapat menghindari terjadinya kebingungan di antara para siswa yang kini tengah berada di kelas 3.
Menteri Pendidikan, Wu Shih-hwa 吳思華mengatakan karena sistim pengajuan untuk masuk ke dalam universitas mengambil mata pelajaran umum sebagai panduan pengajuan, sehingga sangat tidak memungkinkan untuk melakukan pengunduran pelaksanaan ujian umum. Selain itu, sistim penggabungan ujian sendiri juga akan memperbanyak jalan atau cara bagi para siswa untuk dapat terus melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas. Hal ini juga akan menghindarkan para siswa kembali ke jaman dahulu, yang hanya memberlakukan satu sistim masuk ke universitas, yaitu hanya dengan jalur ujian nasional semata.
Wu Shih-hwa mengatakan, “Cara penggabungan ujian memang saat ini tengah didiskusikan, namun hingga saat ini masih belum tercapai babak finalnya, dan masih terdapat banyak komunikasi yang harus dilakukan dengan para rektor universitas yang ada”
Wu Shih-hwa menegaskan bahwa program wajib belajar 12 tahun akan dilaksanakan mulai sejak tahun 2018. Jika memang akan terdapat perubahan dalam cara masuk ke universitas, maka pelaksanaannya sendiri berkemungkinan diterapkan kepada siswa kelas 1 SMA yang masuk di tahun 2018. Hal ini berarti program baru akan dilaksanakan setelah memasuki tahun 2021.