History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Peraih Penghargaan Tang Albie Sachs Berkunjung ke Taiwan

  • 02 May, 2015
  • Editor
Peraih Penghargaan Tang Albie Sachs Berkunjung ke Taiwan
Albie Sachs

    (Taiwan, ROC) – Peraih Penghargaan Tang kategori Peraturan Undang Undang, Albie Sachs, asal Afrika Selatan, kini melakukan kunjungan ke Taiwan. Dalam lawatannya, tanggal 1 Mei dirinya juga menyempatkan diri untuk mengisi seminar dialog di SMA Jianguo Taipei.Albie Sachs adalah pencetus Undang-undang Dasar Afrika Selatan. Saat melakukan aksi protes melawan pemerintah Afrika Selatan perihal program diskriminasi suku, dirinya juga menjadi sasaran pengeboman yang dilakukan oleh pemerintah saat itu, sehingga Albie Sachs harus kehilangan satu tangan dan satu mata. Walau demikian, Albie Sachs tidak memilih untuk melakukan pembalasan, melainkan terus melakukan kerjasama dengan berbagai organisasi pemerintah, dengan meluncurkan Rencana Undang-Undang Dasar Hak Asasi Manusia dan Undang-Undang Dasar Baru.Dengan demikianlah akhirnya Albie Sachs dianggap sebagai salah satu pelopor penghentian aksi diskriminasi yang terjadi di Afrika Selatan.“Pembalasan yang lembut” atau “Soft Vengeance of a Freedom Fighter” kini menjadi melodi penting dalam hidup Albie Sachs.

      Dalam seminar yang bertajuk “Pantang menyerah ~ Dari tahanan menjadi hakim agung, membuka pedoman undang-undang dasar dunia sepanjang masa hidup”, Albie Sachs membagi pengalaman prinsip hidupnya, yakni memberikan balasan kepada pihak lawan dengan sikap yang lembut. Albie Sachs menyampaikan bahwa dirinya berharap di dalam dunia ini tidak akan ada lagi yang namanya tindakan kekerasan, walaupun hal ini sangat sulit untuk dijalankan. Saat orang lain melakukan tindakan kekerasan kepada diri kita, sering membuat kita menjadi emosi dan ingin melakukan pembalasan. Namun dengan adanya emosi dalam diri kita, tentu saja akan turut serta menyiksa diri sendiri. Untuk itu sudah sewajarnya jika mencari bantuan pertolongan, memahami jalan pikir sang lawan, jangan menunduk kepada berbagai tindakan yang tidak adil dan tidak beradab. Dirinya meminta kepada semua siswa SMA Jianguo untuk dapat bersikap mandiri dalam menghadapi berbagai jenis sikap emosi yang ada.

     Albie Sachs mengatakan, “Jangan takut untuk menangis, jangan takut untuk merasa diri sendiri tidak jantan, jangan takut untuk menunjukkan emosi dalam diri sendiri, nikmatilah hidup sebagai seorang manusia yang memiliki perasaan.”

     

    Albie Sachs juga menyebutkan bahwa saat dirinya menghadapi serangan bom tersebut, sahabat dan rekannya bersumpah akan melakukan pembalasan. Namun Albie Sachs berprinsip jika dapat mencapai demokrasi penuh, peraturan berdasarkan undang-undang, adil dan benar, adalah hal yang lebih penting dari segalanya.Ini juga yang dimaksudkan oleh dirinya “Pembalasan yang lembut”, dan bukan dengan sikap “Hutang nyawa dibayar nyawa”.

     

     Sehubungan dengan kebebasan bersuara, pemilihan umum yang terbuka yang ditemukan di Taiwan, Albie Sachs berpendapat bahwa generasi muda Taiwan harus secara antusias mempertahankan harkat dan martabat, serta memiliki sikap bersyukur, memberikan cinta kasih yang lebih besar kepada masyarakat umum dan benar-benar dapat memasuki era yang penuh dengan kebebasan yang sebenarnya.

Komentar

Terbarumore