(Taiwan-ROC) Presiden Republik Tiongkok, Ma Ying-jeou hari ini (1/5) menyampaikan, kebijakan buruh pada dasarnya adalah kerjasama, keamanan dan pengembangan, tenaga kerja merupakan harta pengembangan ekonomi Taiwan, kalau tidak ada tenaga kerja maka tidak ada perkembangan ekonomi.
Presiden Ma Ying-jeou pagi hari ini (1/5) ketika bertemu dengan Pekerja Teladan Nasional 2015 menyampaikan, mulai 1 Juli tahun ini akan menaikkan upah minimum, ini merupakan kenaikkan ke 5 setelah ia menjabat sebagai presiden, jika dibandingkan dengan presiden lainnya, kepala negara mengemukakan, mungkin kita adalah yang paling banyak, fluktuasi kenaikan juga paling tinggi.
Pemimpin negara membeberkan, pada tahun kedua ia menjabat sebagai presiden mulai mencanangkan Anuitas Asuransi Tenaga Kerja, dana pensiun tenaga kerja tidak lagi diambil sekaligus, melainkan dapat angsur pengambilannya setiap bulan, ada tenaga kerja yang setelah pensiun mengambil uang pensiun secara angsuran tiap bulan, sehingga ia tidak perlu mengulurkan tangan meminta dana pada anak cucunya, dengan demikian dapat menjaga martabatnya.
Pres Ma menegaskan, tenaga kerja merupakan tenaga pengerak penting perkembangan ekonomi Taiwan, pencapaian keajaiban ekonomi semua bergantung pada tangan dan otak tenaga kerja, apalagi setelah ia hampir 7 tahun menjabat sebagai presiden, begitu ia menjadi presiden langsung menghadapi tsunami moneter, krisis moneter global yang merupakan hujan badai yang harus ia lewati, tetapi pemerintah sangat memperhatikan tenaga kerja, dengan cara memberikan sokongan bagi bank, bank memberi sokongan bagi industri, dan industri memberi sokongan pada tenaga kerja.
Pemimpin negara kembali mengenang pada masa itu, pemerintah memberikan voucher belanja pada masyarakat, meskipun fluktuasi perkembangan ekonomi tidak setinggi yang diperkirakan, tetapi masyarakat merasakan faedah yang besar, agar masyarakat dapat merasakan keluar dari masa sulit, pemerintah dapat kembali berdiri tegak.
Presiden Ma mengatakan, pada masa tsunami moneter, secara umumnya pemerintah masih termasuk lumayan, tahun berikutnya pertumbuhan ekonomi melonjak naik hingga 9%, hingga tahun 2010 berhasil menciptakan prestasi 10,76%, menempati urutan ke 4 dunia; tetapi hingga tahun 2012 ketika ia berhasil mendapatkan kesempatan meneruskan jabatan sebagai presiden untuk kedua kalinya, kembali berhadapan dengan krisis hutang Eropa, sehingga pertumbuhan ekonomi melamban.
Ia menyampaikan, beruntung hingga tahun kemarin, pertumbuhan ekonomi mencapai 3,75%, merupakan yang terbaik jika dibandingkan dengan 4 Naga Kecil Asia yaitu Korea, Hongkong dan Singapura; kwartal pertama tahun ini, dipengaruhi ekspor, tingkat pertumbuhan ekonomi mencapai 3,46%, lebih rendah sedikit dari perkiraan sebelumnya, tetapi masih menempati urutan pertama dalam 4 Naga Kecil Asia. Presiden mengemukakan, dalam seluruh proses ekonomi, kinerja buruh yang luar biasa dalam menghidupkan kembali perekonomian.