(Taiwan, ROC) – Sejak kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinjo Abe ke Amerika hingga saat ini, tidak pernah menyatakan permintaan maaf atas tindakan keji serdadu Jepang saat perang dunia ke dua terhadap wanita Jugun Ianfu. Sekretaris Jendral Yayasan Hubungan Asia Timur Kementrian Luar Negeri, Luo Koon-tsan pada hari Kamis tanggal 30 April menegaskan kembali sikap pemerintah Republik Tiongkok yang akan terus meminta pernyataan maaf dan uang ganti rugi dari pihak Jepang kepada para keluarga korban.
Luo Koon-tsan mengatakan, “Pihak kami akan terus memperhatikan perkembangan terkait selanjutnya, kami berharap dapat terus melakukan komunikasi yang tegas dengan pihak Jepang, sehingga dapat mengembalikan derajat dan martabat yang adil bagi para keluarga korban.”
Di pihak lain, berkenaan dengan program panduan kerjasama pertahanan keamanan yang baru yang didiskusikan dalam rapat bersama dengan pihak Amerika, Jepang dan Divisi 2 Plus 2 Kemenhankam, Luo Koon-tsan menyebutkan bahwa pihaknya berkeyakinan jika sistim jaminan keamanan yang dilakukan oleh pihak Amerika dan Jepang dapat menjamin kestabilan wilayah Asia Pasifik, juga dapat menjadi pilar yang kokoh bagi keamanan Laut Tiongkok Timur. Namun pihak Kemenlu juga tetap meminta semua pihak agar dapat memberikan tanggapan dan masukan berkenaan dengan Prakarsa Perdamaian Laut Tiongkok Timur.
Luo Koon-tsan mengatakan, “Sehubungan dengan perkembangan yang terkait lainnya, kami akan terus melakukan pemantauan. Di waktu yang sama kami juga meminta kepada semua pihak agar dapat memberikan tanggapan terhadap semangat dari Prakarsa Perdamaian Laut Tiongkok Timur, mendorong konsep perdamaian, bersama-sama menggunakan cara yang antusias mengkontribusikan kestabilan perdamaian kawasan.”
Berkenaan dengan kesepakatan sistim pertahanan keamanan Amerika dan Jepang serta isu Pulau Diaoyutai, Luo Koon-tsan menjelaskan karena hal tersebut telah menyangkut pengaturan administrasi kawasan, dan tidak berhubungan dengan masalah kedaulatan, pihak Amerika tidak mengambil sikap apapun terkait Pulau Diaoyutai. Pihak Amerika hanya berharap masalah ini dapat diselesaikan dengan musyawarah dari berbagai pihak terkait. Namun karena Pulau Diaoyutai merupakan bagian dari Republik Tiongkok, maka hal ini tidak perlu diragukan lagi.