History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Antar Selat Buka Kantor Perwakilan, Presiden : Jangan Ada Asumsi Politik

  • 29 April, 2015
  • Editor
Antar Selat Buka Kantor Perwakilan, Presiden : Jangan Ada Asumsi Politik
Antar Selat Buka Kantor Perwakilan, Presiden : Jangan Ada Asumsi Politik

(Taiwan, ROC) – Presiden Ma Ying-jeou (馬英九) Rabu ini (29) saat berkunjung ke Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) menyampaikan, hubungan antar selat saat ini adalah yang paling damai dan stabil selama 66 tahun perpecahan politik, namun beliau tidak akan merasa puas, untuk kedepannya diharapkan dalam masa kepemimpinannya seperti penandatanganan perdagangan komoditi, pendirian kantor perwakilan dan ikut dalam integrasi ekonomi regional dapat terlaksana.

Berkaitan dengan pendirian kantor perwakilan, Presiden Ma menyampaikan, sampai saat ini hal yang paling dikhawatirkan oleh Daratan Tiongkok adalah kantor perwakilan menjadi kantor konsulat, namun sebetulnya tidak akan memiliki fungsi itu. Karena tujuan utama adalah melayani warga antar selat, sehingga jangan ada asumsi politik yang berlebihan, untuk hal ini Daratan Tiongkok harus dimengerti.

Ma mengatakan : Tapi harus mampu melayani warga antar selat, sampai saat ini interaksi antar selat lebih dari 8 juta, disana tidak ada kantor perwakilan, sering kali dapat menjadi rintangan bagi kami untuk melayani pengusaha atau pelajar warga Taiwan disana, jangan ada asumsi politik yang berlebihan, ini hanya sekedar kantor pelayanan warga, mereka harus memerlukan waktu untuk menyadarinya.

Untuk integrasi ekonomi regional, kepala negara menyinggung, Taiwan harus berupaya keras agar bisa bergabung dengan TPP dan RCEP, karena 70% PDB Taiwan bergantung kepada perdagangan internasional. Sedangkan untuk AIIB, beliau menyampaikan, saat ini Daratan Tiongkok bersedia menggunakan sebutan yang tepat, masih harus menunggu hingga konstitusi lembaga itu keluar di bulan Juni mendatang baru akan lebih jelas. Namun Ma juga menegaskan, kita mengajukan mekasime APEC, harus bergabung dengan keadaan terhormat apabila tidak maka akan menolak ikut bergabung.

Menjawab soal pertanyaan media tentang Perjanjian Perdagangan Komoditi antar selat, presiden menyampaikan, Perjanjian Perdagangan Jasa telah tertahan di Yuan Legislatif, namun Perjanjian Perdagangan Komoditi masih dibahas, semoga ada jalan keluarnya, karena Daratan Tiongkok adalah mitra dagang terbesar kita, bila perjanjian ini tidak lolos dengan lancar, maka akan berdampak kepada Taiwan untuk bergabung dalam integrasi ekonomi regional, ini disorot oleh negara-negara lain. Ma juga menambahkan, kementerian terkait sedang melakukan negosiasi dengan ambisius, ada kemajuan dan untuk kedepannya akan terus berusaha, semoga ada hasilnya.

Komentar

Terbarumore