(Taiwan-ROC) Taiwan memperkuat spesifikasi terhadap produk yang diimpor masuk dari Jepang, Partai Demokrat Liberal Jepang tanggal 24 April mengelar rapat terkait produk pangan bermasalah, ada legislator yang menghimbau pemerintah Jepang untuk mengugatnya melalui Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organisation/WTO).
Biro Pangan dan Obat-obatan tanggal 16 April lalu mengumumkan, untuk jenis dan asal produk pangan Jeang harus melampirkan bukti pemeriksaan radiasi, dan pengajuan pemeriksaan produk pangan ini akan diberlakukan mulai tanggal 15 Mei mendatang.
Terkait dengan isu ini pihak Jepang akan menyampaikan ketidakpuasannya pada WTO, juru bicara Yuan Eksekutif, Sun Li-jun tanggal 24 April merespon, terhadap penyelesaian keamanan pangan, pemerintah Republik Tiongkok mempunyai prinsip tertentu, kementerian ekonomi, kementrian kesehatan dan kesejahteraan, kementerin luar negeri telah dengan agresif melakukan komunikasi dengan pihak Jepang, apabila diajukan pada WTO, semuanya akan ditangani sesuai dengan mekanisme WTO, karena WTO memiliki beberapa mekanisme dalam penanganan keluhan tersebut.
Harian China Times hari ini (25/4) melansir respon pejabat Biro Perdagangan Luar Negeri (BOFT), di bawah Kementerian Ekonomi terhadap hal ini adalah : terlalu pagi untuk mengungkit masalah ini, baru akan diberlakukan pada tanggal 15 bulan depan, terkait rencanan Partai Demokrat Liberal Japang mengajukan naik banding pada WTO, pejabat BOFT beranggapan, pihaknya meminta untuk memberikan laporan produk pangan dari zona radiasi, seharusnya pihak Jepang meninjau apakah ada tindakan yang salah. Terhadap kasus ini akan dipermasalahkan sampai ke WTO, ia merasa pihak ROC tidak takut, tetapi apabila Jepang benar-benar mengajukan gugatan, kementerian ekonomi akan membahas masalah ini dengan kementerian kesehatan dan kesejahteraan.