(Taiwan, ROC) – Hari ini (22) Representatif Republik Tiongkok di Vietnam Huang, Chih-peng (黃志鵬) menyampaikan, tahun lalu Vietnam terjadi insiden kerusuhan 13 Mei yang telah menimbulkan kerugian besar kepada pengusaha Taiwan, 1 tahun telah berlalu, ganti rugi yang sepantasnya kepada pengusaha Taiwan harus diberikan dan sampai saat ini masih banyak hal yang masih belum diselesaikan oleh pemerintah Vietnam.
Ia menuturkan, pasca insiden 13 Mei, Perdana Menteri Nguyen Tan Dung hingga Kementerian Investasi, petinggi kedua pemerintah telah bertemu, PM telah memerintahkan untuk membentuk “Tim kerja lintas kementerian” untuk mendengarkan suara Taiwan dan pengusahanya, pertemuan petinggi Taiwan-Vietnam sudah 3 kali namun sampai saat ini yang awalnya ganti rugi berupa uang tunai berubah keringanan pajak, sampai pada akhirnya membangun kembali wilayah bencana.
Representatif Huang menegaskan, pasca 1 tahun inseden serangan itu, sampai saat ini masih ada banyak pengusaha yang dirugikan dan belum mendapatkan ganti trugi. Kendati sikap pemerintah pusat Vietnam agresif namun pemerintah daerah sangat lamban. Sehingga efektifitas pemerintah sangat lamban.
Ia menyampaikan, menghadapi soal sikap Vientam yang pesimis dan soal ganti rugi kepada pengusaha Taiwan yang tak kunjung datang, kantor perwakilan pernah menghimbau pengusaha Taiwan untuk tidak berinvestasi ke Vietnam, cara penanganan yang “dingin” ini, setelah 3 kali pertemuan tingkat tinggi mulai cair.
Mei 2014 karena soal pembangunan kilang minyak diperairan Xisha oleh Daratan Tiongkok telah menyulut aksi pertentangan di Vietnam, sehingga 13 Mei tahun itu terjadi kerusuhan dibeberapa kota Vietnam yang mengancam keamanan dan keselamatan pengusaha Taiwan, saat itu ada 407 perusahaan yang dihancurkan, rampok dan 29 diantaranya mengalami kerugian yang besar.