(Taiwan-ROC) Ingin hidup maka harus bergerak, tetapi berdasarkan sebuah data survei biro kesehatan nasional yang diumumkan hari ini (21/4) memperlihatkan ada 76% warga Taiwan yang jumlah waktu olah raga dalam satu pekan tidak mencapai 150 menit, terutama kaum perempuannya yang lebih parah dari pada kaum pria, ada 83% kaum perempuan yang jumlah waktu olah raganya tidak cukup. Biro kesehatan nasional mengemukakan, jumlah waktu rutinitas olah raga berkaitan dengan penyakit kronis, masyarakat dihimbau untuk menjaga kesehatan dengan lebih banyak berolah raga.
Kurang olah raga telah terbukti sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan resiko kematian demikian yang dinyatakan Persatuan Bangsa-Bangsa, seperti penyakit jantung, diabetes dan kanker payudara, semua dipastikan berkaitan dengan kurang olah raga.
Guna mengetahui lebih jelas jumlah waktu olah raga yang dilakukan masyarakat Taiwan, Biro kesehatan nasional tahun lalu melakukan survei via telepon pada 20 kabupaten dan kota di seluruh Taiwan, didapati sebanyak 76% warga Taiwan yang waktu olah raganya tidak mencapai 150 menit per minggu. Kepala Biro Kesehatan Nasional, You Li-hui(游麗惠) mengatakan: berdasarkan survei biro kesehatan nasional, ada sekitar 76% warga berusia diatas 15 tahun yang jumlah waktu olah raganya tidak mencukupi, khususnya kaum perempuan yang terlihat ada 83%, belum lagi untuk usia antara 35-39 tahun sebanyak 83%, jumlah waktu olah raga mereka terlihat jelas tidak mencukupi.
Secara rinci survei dari 20 kota dan kabupaten, untuk kabupaten Mioli hampir 79% warganya kurang olah raga, merupakan angka yang tertinggi dibandingkan dengan kota dan kabupaten lainnya; sedangkan yang terendah adalah kabupaten Taitung, yaitu 71%. You Li-hui menegaskan, dari hasil survei ini menunjukkan, kurangnya waktu olah raga warga dari masing-masing kabupaten dan kota tidak berbeda jauh, malah memperlihatkan waktu oleh raga seluruh warga Taiwan sangat kurang.
Kepala Bagian Terapi, Rumah Sakit ShuangHo, Liu Can-hong menyampaikan, sebelumnya pemerintah mencanangkan olah raga 333, tetapi banyak warga yang tidak mencapai target ini, berdasarkan himbauan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), olah raga paling ideal dilakukan 5 hari seminggu, setiap hari dapat berolah raga beberapa kali, yang jika dijumlahkan waktunya mencapai 30 menit, dalam satu minggu bisa mencapai target berolah raga 150 menit. Ia juga menegaskan, untuk mereka yang memiliki kebiasaan tidak berolah raga, akan terlihat jelas faedahnya apabila mulai berolah raga, ia menghimbau masyarakat untuk lebih awal bergabung dalam kegiatan olah raga, agar dapat menjaga kebugaran tubuh.