Kendati bisa berpartisipasi dalam Bank Investasi Infrastruktur Asia (Asian Infrastructure Investment Bank, AIIB) dengan nama “Chinese Taipei,” kalau hak dan peringkat yang dimiliki hanya sama dengan Hong Kong, Taiwan tidak akan menerima dan tidak akan menjadi anggota umum AIIB.
Demikian ditegaskan oleh Menteri Keuangan Chang Sheng-ford (張盛和) ketika menyampaikan laporan khusus perihal partisipasi AIIB di persidangan Komisi Keuangan dibawah Yuan Legislatif pada hari Kamis (16/4), bersama Gubernur Bank Sentral Peng Huai-nan (彭淮南) dan Ketua Dewan Penasehat Finansial (FSC) Tseng Ming-chung (曾銘宗).
Dalam laporan yang diajukan, ketiga menteri sama-sama menerangkan lima keuntungan besar bagi Taiwan dengan menjadi anggota AIIB, antara lain bisa meningkatkan citra internasional Taiwan, membantu Taiwan mengikuti langkah integrasi ekonomi regional, menawarkan arah baru bagi kerja sama ekonomi dan perdagangan antar Selat Taiwan, memperbesar peluang bisnis internasional bagi pengusaha Taiwan, dan mengembangkan industri moneter Taiwan.
Menurut Chang, meskipun tidak diterima sebagai anggota pendiri AIIB, Taiwan telah meminta negara-negara sahabat yang merupakan anggota pendiri untuk memperhatikan proses penetapan program AIIB agar regulasi yang ditetapkan tidak akan merendahkan status Taiwan.
Chang mengatakan, “Setelah program AIIB ditetapkan, saya rasa kira-kira akhir Juni, Taiwan akan mengevaluasi, kalau statusnya tidak direndahkan, kita baru akan mengajukan kembali permohonan untuk menjadi anggota umum. Saat ini, yang bisa kita lakukan adalah menghimpun data berkenaan dan meminta negara-negara pendukung untuk bersuara bagi Taiwan melalui saluran bersangkutan.”
Perihal berapakah jumlah kapital yang harus diserahkan kepada AIIB untuk menjadi anggota, Chang menerangkan, menurut rencana negara-negara Asia akan mendominasi 75% dari kapital total dan negara-negara non-Asia 25%; sementara jumlah investasi dihitung berdasarkan perbandingan produk domestik bruto (GDP) setiap negara anggota, dimana Korea Selatan diperkirakan harus menyiapkan kapital sebanyak USD5,6 milyar, dan Taiwan sekitar USD2,2 milyar.