(Taiwan, ROC) –Terkait dengan pengajuan Taiwan ikut bergabung menjadi anggota pelopor Bank Investasi Infrastruktur Asia (Asian Infrastructure Investment Bank, AIIB), perdana menteri Mao Chih-kuo pada hari ini(14) mengatakan, walaupun Taiwan belum dapat menjadi anggota pendiri, namun pihak Daratan Tiongkok telah menyampaikan Taiwan dapat menjadi anggota umum, dengan demikian, Taiwan akan tetap memperhatikan kata-kata dan tindakan, asalkan tidak merugikan martabat Taiwan, maka akan tetap mengupayakan untuk menjadi anggota umum, pilihan berada di pihak Taiwan sendiri.
Walaupun Taiwan tidak dapat menjadi anggota pendiri AIIB, anggota partai oposisi pada hari ini(14) saat sidang interpelasi bertanya kepada PM Mao Chih-kuo, faktor apakah yang menyebabkan Taiwan tidak bisa menjadi anggota pendiri AIIB.
PM Mao Chih-kuo menjawab, pada saat itu, telah dipertimbangkan akan menerima hasil demikian. PM Mao mengemukakan, walaupun Taiwan merupakan negara berdaulat, namun sementara ini dalam pembahasan aturan jaminan AIIB tidak mencakup Taiwan, namun setelah pihak Taiwan menyampaikan kesediaan ikut bergabung, walaupun tidak dapat menjadi anggota pendiri, pihak Daratan Tiongkok berpandangan di masa mendatang Taiwan dapat bergabung menjadi anggota umum, dengan demikian Taiwan tidak hanya saja sebagai pengamat.
PM Mao Chih-kuo menekankan, pihak Taiwan akan memperhatikan kepentingan apa sajakah yang dapat menguntungkan bagi Taiwan, untuk bergabung akan menggunakan nama “Chinese Taipei”. Setelah dirangkum, akan mendengar dan memonitor, tetap menjaga kepentingan Taiwan dan memenuhi prinsip martabat dan kesetaraan, jika tidak, maka Taiwan tidak akan ikut bergabung, maka bergabung atau tidak dalam AIIB , Taiwan dapat menentukannya sendiri.
Mengenai jumlah dana untuk berpartisipasi dalam AIIB, PM Mao mengungkapkan, baik pengeluaran dana atau penambahan dana, semua perlu disetujui oleh yuan legislatif baru dilaksanakan.