Simposium Internasional atas Tantangan Kontemporer Minoritas Muslim, suatu acara seminar yang disponsori bersama oleh Liga Muslim Dunia dan Kementrian Luar Negeri Taiwan resmi digelar di Taipei pada hari Senin (13/4).
Simposium yang untuk ketiga kalinya diselenggarakan di Taiwan ini dijadwalkan berlangsung sepanjang dua hari hingga Selasa (14/4).
Melalui kata sambutannya, Menteri Luar Negeri David Lin Yung-lo (林永樂) mengemukakan, dipilihnya Taiwan untuk menjadi tuan rumah simposium kali ini adalah suatu pengakuan bahwa Republik Tiongkok adalah negara dengan masyarakat multi-kultural yang sangat menghormati kebebasan agama, juga diharapkan bisa mempelajari pengalaman Taiwan dalam menangani agama dan suku minoritas.
Sementara itu, melalui kata sambutan tertulis yang dibacakan di pembukaan simposium, Presiden Ma Ying-jeou juga menegaskan tekad pemerintah melindungi kebebasan agama dan menghormati kebudayaan manca suku dan bangsa.
Presiden juga mengetengahkan, pengajaran agama Islam menjunjung ideologi perdamaian, kesamaan hak dan keharmonisan sepenuhnya sama dengan doktrin Confusius yang telah ditaati masyarakat Tionghoa sepanjang ribuan tahun.