Faktor utama gagalnya pertemuan antara Presiden Ma Ying-jeou dan Presiden RRC Xi Jinping tidak bersangkutan dengan kasus Chang Hsien-yao (張顯耀) sebagaimana desas-desus yang beterbangan, melainkan karena Presiden Ma berpegang pada pendirian bahwa pertemuan tersebut seharusnya adalah suatu pertemuan antar negara atau hendaknya dilaksanakan dibawah kerangka Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), tapi pihak Daratan Tiongkok tidak setuju.
Hal tersebut diungkapkan oleh mantan Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional (NSC) King Pu-tsung (金溥聰) ketika menerima wawancara Tang Hsiang-lung (唐湘龍), pengasuh acara “Good Morning UFO” di stasiun radio UFO Taipei, Senin (13/4).
King Pu-tsung mengatakan, “Gagalnya pertemuan antara Ma dan Xi disebabkan oleh Ma yang menegaskan bahwa pertemuan tersebut hendaknya adalah suatu pertemuan antar negara. Ini adalah pendirian pertama. Yang kedua adalah pertemuan itu harus dilaksanakan dibawah kerangka APEC, berarti bukan lagi pertemuan antar pemimpin negara, melainkan antar pemimpin ekonomi. Tapi pihak Daratan Tiongkok tidak menerima, maka pertemuan tersebut akhirnya gagal, dan sampai sekarang pihak Daratan Tiongkok masih sangat tidak puas terhadap pendirian Ma.”
Perihal laporan keterlibatan Presiden Ma Ying-jeou dalam kasus penerimaan uang politik Perusahaan Ting Hsin, King menegaskan, dia percaya pada Presiden Ma dan yakin bahwa hasil investigasi judisial akan memberikan keadilan kepada Ma.
Mengenai prospek pemilihan umum presiden 2016, King mengaku bahwa perkembangan situasi saat ini akan sangat menyulitkan bagi partai berkuasa Kuomintang (KMT) untuk meraih kemenangan, tapi King menyerukan pendukung KMT untuk tidak usah terlalu pesimis, karena perubahan besar biasanya terjadi terhadap situasi politik Taiwan setiap enam bulan.