(Taiwan, ROC) – Taiwan saat ini sedang menghadapi soal kekeringan terbesar dalam 1 dekade ini, mulai hari ini (8) 3 juta keluarga di kawasan Taoyuan, Linkou, Banchio dan Hsinchuang akan diberlakukan penghentian air untuk 2 hari, tentu hal ini akan berdampak bagi pengelola rumah makan dan hotel, pemadam kebakaran, rumah sakit dan bandara internasional Taoyuan.
Pembatasan air tahap III dikhawatirkan dapat mempengaruhi pergerakan roda bisnis Taiwan terutama industri semikonduktor, panel, petrokimia, besi dan baja, semen yang membutuhkan air dalam jumlah yang banyak. Ketua Dewan Pengawas Finansial (FSC) Tseng Ming-chung (曾銘宗) Rabu ini menemani legislator dari komite urusan keuangan mengunjungi Kantor Bursa Efek Taiwan untuk mengamati dampaknya.
Tseng mengatakan : SFB dan TWSE telah melakukan pengamatan, untuk tahap awal semua perusahaan tercatat telah melakukan antisipasi, membeli air waduk atau menggunakan sistem sirkulasi, untuk tahap awal, kerugian yang dialami sangat kecil. Namun harus terus dipantau, apabila kekurangan air berkelanjutan menjadi jangka panjang, maka harus dimonitor lebih lanjut, hasil pemeriksaan tahap awal masih sangat terbatas.
Melihat kondisi kekurangan air kali ini hanya berdampak kepada beberapa industri saja, namun apabila menjadi meluas dan merebak sampai ke wilayah selatan maka dikhawatirkan akan berdampak kepada industri semikonduktor di taman industri Hsinchu. Menanggapi kekhawatiran itu, Tseng menjawab apabila kekurangan air terus berkepanjangan maka akan dilakukan pemantauan lebih lanjut.
Ia menambahkan, kalau memperhatikan dari pemain pasar asing sampai tanggal 2 Maret kemarin volume asih ada sekitar 199 miliar, hanya beberapa ratus juta yang keluar dari pasar, tidak ada terlalu banyak perubahan.