History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma Ying-jeou menuntut Kementrian Pertahanan Nasional merevisi kedisiplinan militer

  • 06 April, 2015
  • Editor
Presiden Ma Ying-jeou menuntut Kementrian Pertahanan Nasional merevisi kedisiplinan militer
Juru bicara Kepresidenan Charles Chen Yi-hsin

Presiden Ma Ying-jeou hari Senin (6/4) menuntut Kementrian Pertahanan Nasional untuk dengan ketat merevisi kedisiplinan militer ditengah-tengah kontroversi longgarnya prosedur keamanan di suatu pangkalan udara di Taoyuan.

Juru bicara Kepresidenan Charles Chen Yi-hsin (陳以信) mengemukakan, Ma selalu menegaskan kepentingan dijaganya disiplin militer dan “sangat prihatin” terhadap insiden helikopter Apache yang belakangan ini telah menimbulkan dampak serius terhadap citra Angkatan Bersenjata.

Menurut Chen, Ma telah meminta Kementrian Pertahanan Nasional untuk dengan segera merevisi sejumlah prosedur keamanan dalam militer untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Chen mengatakan, “Presiden Ma meminta Kementrian Pertahanan Nasional untuk secara total dan konkrit merevisi disiplin militer, membangun kembali tradisi dan semangat mentaati perintah setiap anggota militer, dan memulihkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap Angkatan Bersenjata.”

Beberapa saat lalu, Letnan Kolonel Lao Nai-cheng (勞乃成) mengajak sekelompok teman dan relatif berjumlah 26 orang, termasuk seorang warga Jepang, lima pembantu rumah tangga asing dan pengasuh acara televisi Janet Lee, untuk tur di pangkalan udara di Distrik Longtan, Taoyuan.

Tanpa persetujuan dari atasan, Lao membawa mereka melawat suatu anggar penyimpan helikopter Apache AH-64E, yang merupakan helikopter paling canggih milik Angkatan Udara, dan bahkan mengizinkan salah satu temannya naik ke atas pesawat dan mengambil foto.

Insiden ini berkembang menjadi kontroversi hangat setelah salah satu pengunjung, yaitu Janet Lee, memposting empat foto tur di pangkalan udara tersebut di halaman Facebook-nya, yang segera mendatangkan kritik serius terhadap keamanan militer Taiwan.

Dalam berita bersangkutan, Menteri Pertahanan Nasional hari Senin menegaskan, pihak militer akan menghukum anggota yang bersalah dalam insiden ini dan melakukan suatu pemeriksaan keseluruhan terhadap kedisiplinan militer.

Pada saat yang sama, Ketua Staf Umum Jenderal Yen De-fa (嚴德發) mengeluarkan perintah bagi digelarnya suatu rapat revisi disiplin militer. Rencananya, rapat ini akan digelar di setiap instansi militer secara bersamaan pada hari Selasa (7/4).

Sementara itu, suatu investigasi juga sudah mulai dilaksanakan oleh Kejaksaan Daerah Taoyuan terhadap semua anggota militer dan warga sipil yang terlibat dalam insiden Apache. Sebelas teman Lao Nai-cheng telah dibebaskan setelah diinterogasi sepanjang beberapa jam pada hari Minggu (5/4), sedangkan Lao sendiri dibebaskan dengan uang jaminan sebesar NTD500.000 pada hari Senin pagi.

Komentar

Terbarumore