(Taiwan, ROC) – Yayasan GRI pada hari Rabu tanggal 1 April lalu, melansir sebuah laporan hasil survey tentang kebiasaan penggunaan internet anak-anak dimana kebanyakan sudah menggunakan ponsel cerdas sebagai media untuk intenet dan sekitar 70% tidak dilengkapi dengan sistem keamaan jaringan internet. Berdasarkan hasil survei, 1 diantara 7 anak-anak pernah ditipu lewat internet.Kalangan cendikiawan mengingatkan kepada orang tua untuk membimbing anak-anaknya saat menggunakan internet.
Survei yang melibatkan anak-anak berusua 6 hingga 18 tahun ini menunjukan 60% terhubung internet lewat ponsel cerdas, lebih 90% diantaranya adalah kalangan anak SMP dan 33% orang tua tidak membatasi penggunaan internet, 66% keluarga tidak melengkapi sistem keamanan jaringan internet sehingga 60% orang tua khawatir anak-anaknya bisa kecanduan dengan dunia internet.
Kepala Sekolah Dasar Chen Chi Lin Cing-san (林進山) menyarankan kepada para orangtua agar komputer diletakan di ruang tamu, dengan demikian dapat mengawasi penggunaan serta mencoba berdiskusi waktu dan kebutuhan penggunaan komputer tanpa harus menentukan ketentuan yang bersifat keras. Ia mengatakan, “Harus memandu ia untuk mengumpulkan data-data yang positip, karena era internet telah tiba, informasi berkembang dengan pesat, dengan kata lain harus membimbing dia untuk memiliki pola pikir yang sehat.
Survei juga menunjukan, penipuan internet sudah lazim, 15,4% anak-anak mengaku pernah mengalami percekcokan dan penipuan di dunia maya. GRI pernah menghimbau kepada pengelola internet untuk menyediakan sistem keamananan jaringan interet grats kepada keluarg yang memiliki anak-anak.
Asisten dosen Lee Chen-lung (李承龍) dari Universitas Kepolisian Taiwan menyampaikan, masyarakat dapat mempelajari kasus yang pernah terjadi agar tidak diperdayai, memasan aplikasi khusus yang mana ketika anak-anak membutuhkan bantuan, maka dapat dengan cepat mengirimkan posisi yang bersangkutan kepada orangtua atau instansi yang berwajib.